Dugaan Korupsi Proyek, Kontraktor di Lhokseumawe Kembalikan Dana Rp 4,2 M

  • Whatsapp
Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe Mukhlis, akhirnya buka suara hasil penyelidikan sementara terkait dugaan proyek fiktif Batu Gajah Cunda-Meuraksa tahun 2020 dalam pertemuan dengan sejumlah wartawan di kantor Kejaksaan Lancang Garam, Rabu (27/1/2021). Foto:Ist

LHOKSEUMAWE – Kasus dugaan korupsi pembangunan proyek pengaman pantai Cunda-Meuraksa, Kota Lhokseumawe, akhirnya Kontraktor tersebut mengembalikan uang pembangunan proyek itu senilai Rp 4,2 miliar ke kas Pemerintah Kota Lhokseumawe.

Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe Mukhlis, mengungkapkan kasus terkait dugaan proyek fiktif Batu Gajah Cunda-Meuraksa tahun 2020 dalam pertemuan dengan sejumlah wartawan di kantor Kejaksaan Lancang Garam, Rabu (27/1/2021).

Bacaan Lainnya

“Tadi baru selesai kita gelar pra ekspose terkait perkara tersebut, kita temukan ada beberapa pelanggaran secara administrasi. Oleh sebab itu kasus ini akan tetap akan kita lanjutkan,” kata Kajari Mukhlis saat konferensi pers di Kantor Kejari Lhokseumawe.

Uang proyek senilai 4,2 M tersebut sudah ditransfer lewat rekening Bank Aceh pada 22 Januari 2021 lalu.

Bahkan, penyidik sudah memanggil pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Lhokseumawe untuk mendalami kasus dugaan proyek fiktif tersebut.

“Saya akan surati juga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Aceh untuk melakukan audit investigasi kasus ini. Sehingga jelas dan detail hasil audit untuk dugaan korupsi tersebut,” ujar Mukhlis.

Ia juga telah menegaskan kepada seluruh jajarannya agar tidak main-main dalam melakukan pemeriksaan perkara. Apalagi dalam kasus ini banyak sekali pesan yang masuk ke dirinya agar kasus ini tetap diproses, pungkas Kajari Mukhlis. []

Pos terkait