Dukung Fatwa MPU, Polda Aceh Gelar Pembinaan Pemain PUBG

  • Whatsapp
polda aceh akan membina pemain PUBG
Kompol. H. Hamidi saat menjadi Pemateri Lokakarya Ulama dan Umara di MPU Aceh. Foto: Ist

BANDA ACEH – Kepolisian Daerah Aceh telah melaksanakan pembinaan kepada pemain game online PUBG (Playerunkonown’s Battlegrounds) di propinsi Aceh. Hal ini disampaikan  Kompol. H. Hamidi, Kasubbid Pengawas Humas Polda Aceh, saat menjadi pemateri dalam lokakarya Ulama dan Umara membahas pemusnahan game PUBG di Aceh, Rabu (17/7).

“Mendukung fatwa MPU Aceh, Kapolda Aceh telah mengintruksikan jika ada anggota Polri yang bermain PUBG untuk berhenti memainkan game tersebut,” sebut Kompol Hamidi.

Bacaan Lainnya

Kebijakan Kapolda ini, kata Kompol Hamidi, sebagai bentuk dukungan atas Fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, yang mengharamkan permainan online PUBG dan sejenisnya.

Baca Juga: MPU Akan Blokir Game PUBG di Aceh

Lebih lanjut ia menyampaikan, kepolisian akan melakukan pembinaan kepada pemain PUBG di Aceh untuk tidak memainkan game tersebut, terutama di tempat umum seperti warung kopi.

Kompol Hamidi juga mengatakan, kepolisian tidak dapat menjadikan fatwa MPU sebagai dasar penegakan hukum, sebelum dituangkan menjadi hukum positif seperti qanun atau peraturan daerah.

“Upaya awal yang dilakukan hanya sebatas pembinaan, bukan penegakan hukum. Jika Fatwa sudah menjadi Hukum Positif, baru kepolisian bisa menjadikannya sebagai dasar penegakan hukum,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan (Kepala Bidang Pengawasan Syariat Islam Satpol PP dan WH Aceh, Drs. Aidi Kamal, MM, yang juga menjadi pemateri dalam lokakarya tersebut.

“Satpol PP dan WH mendukung fatwa MPU Aceh melakukan pembinaan bagi pemain PUBG dan game sejenis, sambil menunggu jika fatwa MPU menjadi qanun sebagai dasar penegakan hukum,”. (*)

Pos terkait