DWP Provinsi Aceh Gelar Sosialisasi Bahaya Pornografi dan LGBT di Sabang

  • Whatsapp
dwp sabang bahaya pornografi dan lgbt
Foto: Humas Pemko Sabang

SABANG – Sebanyak 60 orang anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Sabang mendapat pemahaman tentang bahaya pornografi dan LGBT, Kamis (8/8).

Sosialisasi bahaya pornografi dan LGBT yang dilaksanakan oleh DWP Aceh itu dilaksanakan di Aula lantai 1 Kantor Walikota Sabang dengan menghadirkan pemateri, Dr Asmawati Munawar MA dan Salmiani Asrin M.Kes.

Bacaan Lainnya

Ketua DWP Provinsi Aceh Syamsiarni Darmawan, mengatakan, perkembangan tekhnologi saat ini berkembang dengan pesat dimana internet sudah menjadi salah satu kebutuhan, berbagai aplikasi dan situs bebas dilihat dalam sebuah telepon pintar (smartphone).

Melalui layanan internet itu, kita dapat belajar, belanja secara online, mencari hiburan dan lain sebagainya. Akan tetapi internet juga membawa permasalahan besar, tersedianya situs porno dan LGBT dapat diakses secara gratis, dan itu akan dapat merusak mental generasi penerus bangsa.

Lanjutnya dikatakan, hal tersebut dapat dibuktikan dengan meningkatnya jumlah kasus pornografi anak-anak yang telah terkonfirmasi oleh data Komisi Perlindugan Anak Indonesia tahun 2016, sebanyak 464 kasus pornografi dan menempati urutan ketiga setelah kasus anak-anak yang berhadapan dengan hukum.

“Penggunaan gadget tanpa kontrol oleh anak usia dini juga sangat berbahaya dalam perkembangan anak. Mirisnya lagi, saat ini banyak ditemukan orangtua yang menfasilitasi anaknya dengan gadget,”katanya.

Untuk itu, DWP Provinsi Aceh merasa perlu memberikan Sosialisasi Bahaya Pornografi dan LGBT kepada pengurus dan anggota DWP Kota Sabang sebagai peningkatan kapasitas anggota Dharma Wanita Persatuan yang berkualitas dan memiliki kepekaan tinggi bersama Pemerintah dalam memerangi ancaman pornografi dan LGBT, tambahnya.

Hal senada juga dikatakan Ketua DWP Kota Sabang Cut Asriani Zakaria, saat ini pornografi sangat mudah dan murah diakses siapa saja dan kapan saja. Ditambah lagi pornografi dan LGBT sudah mencederai norma-norma agama dan budaya.

Menurutnya, dampak dari pornografi dan LGBT sangat ini sangat besar sehingga perlu diadakan sosialisasi agar kita dapat meyadari bahaya tersebut disekitar kita.

Cut Asriani juga mengatakan, pihaknya berharap agar hubungan kerja sama ini dapat terus terjalin agar pengurus DWP Kota Sabang mendapat program sosialisasi dan manajemen keorganisasian juga akan terus berkembang. (*)

Pos terkait