Dyah Erti Idawati Sosialisasikan Covid-19 di Panti Asuhan dan Rumah Singgah

  • Whatsapp
dyah erti idawati
Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati bersama pengurus PKK mensosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19 atau corona virus bagi penghuni beberapa panti asuhan di Banda Aceh dan Aceh Besar, Rabu (25/3). Foto : Humas Setda Aceh

BANDA ACEH – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati bersama pengurus PKK mensosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19 atau corona virus bagi penghuni beberapa panti asuhan di Banda Aceh dan Aceh Besar, Rabu (25/3). Dyah juga membawa sembako dan perangkat kebersihan seperti sanitizer dan sabun.

Di antara lokasi yang didatangi Dyah adalah Panti Asuhan Baldatun Tayyibatun Wa Rabbun Ghafur di Ceurih dan Yayasan Darah Untuk Aceh atau Rumah Kita di Ie Masen Uleekareng. Selanjutnya adalah Rumah Singgah Anak Kanker Children Cancer Care Community Aceh C-Four di Lampriet, Panti asuhan Rumah Penyantun Muhammadiyah di Punge Blang Cut, Panti Asuhan Yayasan Islam Media Kasih di Seutui dan Yayasan Al Ikhlas Hidayatullah Putri di Gampong Nusa Lhoknga.

Bacaan Lainnya

“Anak-anak harus sering cuci tangan dan memberikan jarak. Kalau ada yang sakit, segera isolasi terus. Jangan gabung sama santri lain,” kata Dyah kepada para santri di Panti Asuhan Baldatun Tayyibatun Wa Rabbun Ghafur.

“Mudah-mudahan (bantuan yang diberikan) bisa sedikit membantu,” tambah Dyah. Ia meminta agar para santri mendoakan agar wabah Covid-19 bisa segera berakhir. “Doakan Aceh bisa dijauhkan dari musibah ini,” kata Dyah di Panti Asuhan Yayasan Islam Media Kasih panti khusus anak-anak yatim, piatu dhuafa dan terlantar di Seutui.

Kesadaran Pengurus

Pemerintah Aceh memang telah mengeluarkan surat edaran terkait liburnya aktifitas belajar-mengajar di sekolah hingga akhir maret mendatang. Namun demikian, beberapa panti asuhan dan rumah singgah tetap dihuni para anak-anak. Hanya saja, untuk antisipasi penyebaran covid-19, para pengurus di sana menerbitkan aturan sendiri, di mana ada pembatasan antara penghuni panti/rumah singgah dengan masyarakat luar.

Nurjannah Husain, pimpinan Rumah Kita, rumah singgah bagi penyintas kanker dan keluarganya yang tengah berobat di Banda Aceh, mengatakan pihaknya mewajibkan setiap pasien yang pulang berobat dari rumah sakit untuk mencuci tangan sebelum masuk ke Rumah Kita.

“Mereka harus mandi dan ganti baju baru boleh berbaur,” ujar Nunu, sapaan Nurjannah Husein. “Kita ikuti prosedur untuk antisipasi.”

Nunu menyebutkan, untuk menghindari penyebaran virus corona, pihaknya tidak menerima kunjungan sementara waktu dan memberlakukan isolasi mandiri. Di mana, para penghuni Rumah Kita dianjurkan tetap di rumah dan sementara waktu membatasi diri dengan aktivitas di luar.

Saat ini ada 23 penghuni yang tinggal di Rumah Kita. Bagi mereka semua dianjurkan untuk menutup mulut saat batuk, rutin mencuci tangan dan membuka jendela di pagi hari.

Senada dengan Rumah Kita, Rumah Singgah C-Four juga menerapkan kesiapsiagaan bagi penghuni. Mirna, salah seorang penjaga rumah singgah mengatakan, mereka mewajibkan penghuni untuk selalu mencuci tangan saat pulang dan mandi serta mengganti pakaian usai berobat dari rumah sakit.

“Pagi jam tujuh sampai jam sembilan kita ajak mereka berjemur di luar,” kata Mirna.

Sementara Panti Asuhan Rumah Penyantun Muhammadiyah di Punge Blang Cut bahkan menutup rapat pagar asrama. Dengan itu, dipastikan aktifitas 50 murid di sana terfokus di dalam asrama. Panti itu membatasi akses untuk pengecegahan penyebaran corona.

“Kita belajar di asrama, mengerjakan pekerjaan sekolah juga,” kata Aji Surahman, salah satu siswa yang mendiami panti.

Yayasan Al Ikhlas Hidayatullah Putri, yang berada di Gampong Nusa Lhoknga, bahkan mengeluarkan maklumat tentang kesiapsiagaan menghadapi virus corona.

Di antara isi maklumat itu adalah, para santri dianjurkan meningkatkan iman lewat ibadah. Dayah itu juga membatasi kunjungan wali murid, serta tidak membolehkan Kegiatan keramaian.

“Menggalakkan perilaku hidup sehat dengan menjaga kebersihan dan rutin berwuduk serta mengecek kesehatan jika ada gejala batuk atau pun demam,” demikian isi salah satu butir maklumat yang diteken pimpinan dayah, Tgk Mahyeddin Yusra.

Kesiapsiagaan seluruh panti dan rumah singgah membuat tempat-tempat itu terlihat tanpa aktifitas. Para penghuni lebih banyak belajar secara mandiri dan menghindari kerumunan bahkan di antara sesama.

Dyah Erti Idawati mengatakan, pihaknya memberikan sosialisasi pada anak-anak dikarenakan anak-anak yang imunnya cenderung aktif dan kuat dan tidak rentan terkena penyakit. Mereka, kata Dyah harus senantiasa dijaga, dikarenakan jika terdampak virus, merekalah yang bakal menyebarkan virus bagi orang lain.

“Harus selalu dijaga. Jika tidak bakal membawa virus dan terdampak pada orang-orang tua yang imunnya lemah,” kata Dyah. Istri Plt Gubernur Aceh itu mengingatkan agar pengelola Dayah dan santri senantiasa menjaga kebersihan dayah dan rumah singgah sehingga terhindar dari covid-19. (*)

Pos terkait