Dyah Serahkan Bantuan Sosial untuk Warga Tamiang

  • Whatsapp
Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Aceh, Dyah Erti Idawati didampingi Bupati Aceh Tamiang, Mursil dan Camat Karang Baru, Iman Suhery menyerahkan Bantuan Sosial kepada masyarkat kurang mampu dikantor Camat Karang Baru,Kab. Aceh Tamiang. Jumat,(5/6). Foto : Humas Pemerintah Aceh

KUALA SIMPANG – Wakil Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Dyah Erti Idawati, menyerahkan bantuan sosial berupa kebutuhan dapur untuk warga Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (5/6).

Bantuan sebanyak 200 paket itu terdiri dari beras, minyak goreng, telur ayam dan gula pasir.

Bacaan Lainnya

“Ini sengaja kami bawa dari provinsi sebagai bungong jaroe, sebagai tanda perhatian kami di provinsi untuk warga Tamiang,” ujar Dyah di hadapan warga penerima bantuan di kantor Pusat Pelayanan Kesejahteraan Sosial Kecamatan Karang Baru

Para penerima paket bantuan ini adalah masyarakat kurang mampu yang juga terdampak covid-19.

Sutino, 60 tahun, seorang penerima bantuan mengatakan sangat bersyukur atas sembako yang diterima.

“Alhamdulillah, ini cukup meringankan biaya belanja dapur,” ujar pria yang sehari hari bekerja sebagai buruh kebun.

Selain menyerahkan bantuan sosial, Dyah juga mensosialisasikan pentingnya penerapan protokol kesehatan covid-19 di kabupaten tersebut.

Dyah berpesan agar seluruh elemen masyarakat terlibat dalam mengontrol penerapan protokol kesehatan guna memutus rantai penyebaran virus korona di Aceh.

Hadir pada kegiatan tersebut Bupati Aceh Tamiang, Mursil, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif, serta sejumlah pejabat Pemkab Aceh Tamiang.

Bupati Aceh Tamiang, Mursil, dalam sambutannya berterimakasih kepada tim dari Pemerintah Aceh yang telah mengunjungi kabupaten tersebut.

Terkait penanganan covid-19, Mursil mengatakan pihaknya terus berusaha secara maksimal dalam hal penerapan protokol kesehatan.

Mursil berharap daerah yang dipimpinnya itu dapat segera terbebas dari ancaman virus tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif, mengatakan satu-satunya cara yang harus dilakukan semua pihak adalah saling menjaga demi berjalannya penerapan protokol kesehatan covid-19.

“Aceh Tamiang merupakan pintu perbatasan Aceh dengan Provinsi Sumatera Utara. Kita harus bahu-membahu menjaga daerah kita dari penyebaran virus kotona,” ujar Hanif.

Hanif juga mengingatkan masyarakat untuk tidak bosan-bosannya mengenakan masker saat beraktifitas di luar rumah, menghindari keluar rumah jika tidak perlu, sering mencuci tangan menggunakan sabun serta selalu menjaga jarak. (*)

Pos terkait