Ekonom Menilai Keputusan BI Pangkas Suku Bunga Sudah Tepat

  • Whatsapp
penurunan suku bunga bank indonesia gangguan sistem bank mandiri
Bank Indonesia. Foto: Ist

JAKARTA – Senior Vice President and Chief Economist BNI, Ryan Kiryanto, mengatakan penurunan suku bunga Bank Indonesia ke level 5% merupakan keputusan tepat. Dengan pertimbangan utamanya untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi nasional disaat tekanan eksternal belum mereda. Rendahnya inflasi juga menjadi pertimbangan.

“Keputusan Rapat Dewan Gubernur BI ini tepat karena sifat kebijakan yang longgar atau dovish ini mencerminkan counter cyclical policy dan ahead the curve policy oleh BI untuk menjadi buffer perlambatan ekonomi,” kata Ryan di Jakarta, Kamis (24/10).

Bacaan Lainnya

Dengan penurunan ini, harapannya perbankan akan mengikuti arah suku bunga acuan sehingga kebijakan makroprudensial BI (pelonggaran LTV KPR dan KKB mulai 2 Desember nanti) menjadi lebih efektif.

“Lagi-lagi hal ini butuh dukungan dari kebijakan fiskal yang juga harus bersifat counter cyclical supaya policy mixed antara BI dan Kemenkeu sinkron dan harmonis,” ungkapnya.

Yang mejadi catatan, kata Ryan, keputusan RDG BI kali ini mendahului keputusan the Fed pada pertemuan (FOMC) mendatang yang belum tentu menurunkan fed fund rate.

Pos terkait