Enam Rotan Pecah, Saat Uqubat Cambuk Seratus Kali di Pidie

  • Whatsapp
enam rotan pecah

PIDIE –  Enam batang rotan pecah saat proses pelaksanaan Uqubat cambuk atas dua pelaku perbuatan Zina, yang dilaksanakan Kejaksaaan Negeri (Kejari) Pidie, halaman depan Masjid Jami’ Raudhaturrahman, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Selasa (20/8) siang.

Kedua pelaku adalah Zak (48) pelaku laki-laki, mantan Keuchiek Mutiara Timur, Pidie dan Has (37) perempuan warga Gampong Pulo Drien, Mutiara Timur. Ratusan masyarakat menyaksikan pelaksanaan eksekusi terhadap dua terpidana zina asal Mutiara Timur tersebut.

Bacaan Lainnya

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pidie, T Tarmizi mengatakan keduanya masing masing dicambuk 100 kali, sesuai dengan pasal 37 ayat 1 Qanun no.6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat yang dilanggar keduanya.

“Uqubat yang dilaksanakan sesuai dengan putusan Mahkamah Syariah Sigli, keduanya masing-masing divonis 100 kali cambuk,” tutur Tarmizi.

Proses uqubat pertama yang dilaksanakan terhadap H, sempat dihentikan beberapa kali, karena terhukum perempuan tersebut mengeluh kesakitan. Tim kesehatan beberapa kali harus menanyakan dan memeriksa kondisi fisiknya.

Sementara saat pelaksanaan hukuman atas Zak, algojo harus mengganti rotan sebanyak enam kali, karena rotan yang digunakan pecah.

“Enam kali proses eksekusi dihentikan sementara waktu, dikarenakan beberapa kali rotan pecah. Ini diluar dugaan kami,” jelas Tarmizi.(*)

Pos terkait