Gagal Panen Landa Aceh Besar, Petani Terpaksa Potong Padi Untuk Pakan Ternak

  • Whatsapp
Ilustrasi Sawah Kering. Photo: Net

ACEH BESAR – Musim kemarau yang menyebabkan kekeringan yanng melanda Kabupaten Aceh Besar, mengakibatkan ratusan hektar areal sawah mengalami kondisi gagal panen musim gadu tahun ini.

Anggota Komisi I DPRK Aceh Besar Nasruddin M Daud mengatakan, dari hasil kunjungannya ke lapangan, ratusan hektar areal sawah dikawasan Kecamatan Seulimeum dan Jantho mengalami gagal panen.

Bacaan Lainnya

“Kondisi terparah dialami Kecamatan Seulimeum, dengan luas areal sawah yang mengalami gagal panen mencapai hingga 850 hektar,” ungkap Nasruddin kepada Kanalinspirasi.com, Rabu (19/2).

Dirinya memaparkan, lahan persawahan padi yang mengalami gagal panen di Seulimeum meliputi areal persawahan Blang Cot, Alue Gintong dengan luas 325 hektar, Lampisang Capeung dan Rabo 150 hektar, Tanoh Abee Lamkuk dan Lamkleng 125 hektar. Selanjutnya kawasan Iboh Tunong Iboh Tanjong 50 hektar, serta Blangraya, Mangeu dan Kayee Adang 200 hektar juga mengalami gagal panen.

“Kondisi di mukim Jantho lebih miris lagi, di Gampong Aweek, Bueng, Data Cut, Jalin dan Barueh, petani terpaksa melakukan panen padi untuk dijadikan pakan ternak karena memang sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi,” lanjutnya.

Anggota Komisi I DPRK Aceh Besar Nasruddin M Daud. Foto : Doc Kanalinspirasi.com

Atas kondisi tersebut, anggota Badan Anggaran DPRK ini mendesak mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terutama instansi terkait yaitu Dinas Pertanian, Dinas Pangan dan urusan pengairan dinas PUPR, untuk melakukan upaya pemetaan terhadap kawasan yang belum memiliki sistem irigasi yg memadai.

“Harus ada upaya nyata melindungi petani kita dengan program yang terukur dan pasti, sehingga potensi salah satu kawasan ketahanan pangan rakyat tidak terus dalam ancaman gagal panen,” tegasnya.

Nasruddin juga  menyarankan kepada semua komponen masyarakat baik Camat, Imuem Mukim, perangkat Gampong dan PPL, secara kolektif dapat mengusulkan program jaringan irigasi tehnis dan pembangunan DAM yang bersifat terintegrasi antar kawasan. Sehingga daya manfaatnya nanti dapat mengairi ke kawasan pertanian secara lebih luas.

“Usulan ini dapat disampaikan dalam Musrenbang Kecamatan yang akan segera dimulai dalam bulan Februari tahun ini, terutama sekali untuk kawasan yg selama ini selalu menderita gagal panen,” pungkasnya.(*)

Pos terkait