Gampong Kuta Barat Laksanakan Pemicuan STBM Stunting

  • Whatsapp
dinkes sabang

SABANG – Pemerintah Gampong Kuta Barat Kecamatan Sukakarya Kota Sabang melaksanakan Pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Stunting, bagi warga di Jurong Babul Iman dan Lhok Panglima atau yang lebih dikenal dengan Kawasan Kongsi, Kamis (20/02), di Lapangan Bola Volly ALVC Babul Iman.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang, Program KOTAKU Sabang, FKH Teurawah dan P3MD Kota Sabang dengan dukungan penuh UNICEF dan Mitra Pelaksana Flower Aceh.

Bacaan Lainnya

Keuchik Kuta Barat, Ir. M. Hamim menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat secara partisipatif menganalisa kondisi sanitasi lingkungan disekitar mereka melalui suatu proses pemicuan. Sehingga masyarakat dapat berpikir dan mengambil tindakan untuk meninggalkan kebiasaan buruk yang terkait dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam upaya pencegahan kejadian stunting, terutama yang terkait dengan buang air besar sembarangan dan ditempat terbuka.

“Kegiatan pemicuan ini merupakan salah satu tahapan dari program  STBM Stunting dalam upaya mendorong kesadaran masyarakat bahwa permasalahan sanitasi adalah masalah bersama yang dapat berdampak kepada semua masyarakat sehingga pemecahannya juga harus dipikirkan dan dilakukan secara bersama,” jelasnya.

Lanjutnya, pemicuan STBM Stunting ini lahir atas inisiatif bersama dari berbagai pihak terkait. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dari Pemerintah Gampong Kuta Barat dalam rangka mendorong terciptanya lingkungan yang bersih dan nyaman dan juga salah satu upaya pencegahan terhadap kejadian malnutrisi termasuk stunting.

Kegiatan ini merupakan bentuk aksi kolaborasi bersama yang juga melibatkan Dinas Kesehatan dan KB, Program KOTAKU, P3MD dan FKH Teurawah dalam hal mendorong upaya bersama untuk memecahkan permasalahan-permasalahan terkait dengan kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan.

Hamim menyatakan, pemerintah Gampong Kuta Barat akan terus melakukan upaya-upaya lanjutan, baik secara mandiri, maupun secara kolektif dan kolaboratif  untuk memecahkan permasalahan-permasalahan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada UNICEF dan Flower Aceh yang telah memberi dukungan atas terlaksananya kegiatan ini”, lanjut Hamim.

Pada kesempatan yang sama, WASH Officer UNICEF Aceh, Muhammad Afrianto Kurniawan yang menjadi fasilitator utama pada kegiatan ini merasa optimis bahwa semangat yang ditunjukkan masyarakat di Kawasan Kongsi hari ini menjadi awal untuk membuat perubahan yang signifikan diwilayah tersebut.

“Kolaborasi bersama dari banyak pihak ini menjadi modal yang kuat untuk mewujudkan Pulau Sabang BAB sembarangan nol, sehingga resiko malnutrisi termasuk stunting bisa dikurangi”, demikian Afrianto. (*)

Pos terkait