Google Rayakan 10 Tahun di Indonesia

  • Bagikan

Kanalinspirasi.com, JAKARTA – Perusahaan teknologi Google merayakan 10 tahunnya berada di Indonesia pada 30 Maret 2020.

“Ketika kami membuka kantor Google Indonesia pada 2012, kami memiliki visi yang jelas, yaitu mengembangkan produk dan program yang secara khusus bermanfaat bagi orang Indonesia,” kata Google Indonesia.

“Melihat ke belakang, sungguh luar biasa melihat momentum yang telah dibangun tim kami selama bertahun-tahun — dan visi awal itu tetap sama pentingnya hingga saat ini,” imbuhnya.

Untuk memperingati 10 tahun Google di Indonesia yang jatuh pada hari ini, Google membagikan 10 momen terbaiknya dari satu dekade terakhir.

Pertama, membangun fitur produk untuk orang Indonesia. Seperti misalnya mode sepeda motor di Google Maps yang membantu pengendara sepeda motor di Indonesia menemukan rute khusus motor, dan memasukkan beberapa dari ratusan bahasa daerah di Indonesia ke dalam Google Terjemahan.

Kedua, melatih dua juta orang Indonesia dengan keterampilan digital mulai dari Bisnis Lokal Go Online pada 2012, Gapura Digital dan Women Will.

Lebih lanjut, mendukung lebih dari 200.000 developer seluler di Indonesia untuk game, dan program Google for Startups guna membantu menumbuhkan ekonomi digital terbesar di Indonesia.

Selanjutnya, menghadirkan Borobudur hingga kedalaman Raja Ampat ke mata dunia melalui Street View.

Kelima, melindungi samudra dengan teknologi. Gringgo Foundation yang didukung oleh pendanaan dari Google.org, mengembangkan alat untuk mengatasi polusi limbah plastik.

Google juga bekerja sama dengan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, yang memanfaatkan teknologi Global Fishing Watch dari Google Earth.

Lalu, merayakan kekayaan sejarah dan budaya Indonesia di platform melalui Doodle Indonesia yang pertama kali dikenalkan pada 2012 untuk merayakan ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke-67.

“Selain Doodle, kami juga ingin memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia. Momen favorit adalah ketika kami memperkenalkan tradisi batik dan rempah-rempah Indonesia melalui Google Arts and Culture,” kata Google.

Lebih lanjut, memberdayakan generasi berikutnya melalui Google Career Certificates hingga Bangkit yang kini memasuki tahun ketiganya telah melatih hampir 2.500 orang.

Kedelapan, mendukung jurnalisme dan industri berita melalui pelatihan mendalam tentang jurnalisme data dan pengecekan fakta, sekaligus mendanai upaya pengecekan fakta yang dilakukan oleh jaringan Cek Fakta.

Lebih lanjut, menjangkau lebih dari 100 juta orang di YouTube setiap bulannya.

Dan terakhir, dukungan orang-orang hebat dengan puluhan Googler berkarya membantu Indonesia saat ini.

“Salah satu kesenangan terbesar saya bekerja di Google adalah orang-orangnya. Saya bangga melihat bagaimana kantor kami berkembang dari hanya empat karyawan menjadi puluhan Googler yang mengerjakan berbagai macam project berdampak besar di Indonesia saat ini,” kata Google Indonesia.

Google siapkan pendeteksi “smart tag” untuk Android

Google dikabarkan tengah mengerjakan pendeteksi “smart tag” untuk ponsel yang memungkinkan pengguna ponsel Android melacak secara otomatis kehadiran “smart tag” tidak dikenal di sekitarnya.

“Smart tag” merupakan alat yang belakangan muncul untuk membantu pemiliknya melacak benda atau pun hewan peliharaan, namun ternyata dibalik fungsi canggihnya itu kerap ditemukan penyalahgunaan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan penguntitan.

Melansir GSM Arena, Jumat, maka dari itu Google meluncurkan pendeteksi “smart tag” otomatis agar penggunanya bisa mengetahui adakah alat pelacak yang tidak dikenal di sekitarnya untuk mencegah kejadian yang tidak menguntungkan.

Fungsi itu ditemukan dalam dekompilasi APK Layanan Play dan mengungkapkan adanya fungsi peringatan untuk melacak perangkat yang tidak dikenal.

Beberapa di antaranya merupakan nama- nama produk “smart tag” yang saat ini dijual dipasaran.

Setelah aplikasi Google berhasil mendeteksi “Smart tag” yang tidak dikenal, nantinya aplikasi akan memberitahu pengguna mengenai keberadaan “smart tag” dan bisa menyembunyikan posisi pengguna jika ternyata “smart tag” yang tidak dikenal dirasa membahayakan dan bukan milik pengguna.

Selain fitur pendeteksi “smart tag” tidak dikenal, Google juga tengah mengerjakan deteksi “smart tag” untuk Android khusus pemilik “smart tag”.

Nantinya cara kerja deteksi “smart tag” khusus pemilik Android akan sama dengan yang dimiliki oleh Apple dengan pendeteksi AirTaG.

Jika ada “smart tag” yang terpisah dari pemiliknya selama lebih 24 jam maka “smart tag” itu akan mengeluarkan suara sehingga “smart tag” tidak bisa dipisahkan dari pemiliknya lebih dari satu hari.

Diperkirakan fitur ini akan diperkenalkan dalam konferensi Google I/O di Mei mendatang.(*)

  • Bagikan