Hamas Minta Indonesia Mobilisasi Dukungan Internasional untuk Palestina

  • Whatsapp
Pemimpin Hamas Ismail Haniya memberikan pidato di Gaza City, Selasa (21/8/2018).(AFP/ANAS BABA)

JAKARTA – Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memobilisasi dukungan terhadap Palestina.

Anadolu Agency mewartakan, Haniyeh meminta bantuan Indonesia melalui surat yang dikirim kepada Jokowi pada Rabu (19/5/2021).

Bacaan Lainnya

Dalam surat yang dikutip oleh Anadolu Agency, Haniyeh meminta Jokowi untuk memobilisasi dukungan Arab, Islam dan, internasional guna menekan Israel untuk menghentikan agresi dan terornya di Jalur Gaza.

Dia juga mendorong Jokowi untuk menekan Israel supaya berhenti melakukan pelanggaran di Yerusalem yang diduduki. Pelanggaran tersebut seperti mendirikan permukiman ilegal, penggusuran paksa di lingkungan Sheikh Jarrah, dan diskriminasi rasial.

Sebagai penutup suratnya, Haniyeh mendoakan Jokowi serta mengharapkan perkembangan lebih lanjut dari Indonesia.

 

Sementara itu, Israel masih terus melancarkan serangan udara di Jalur Gaza sejak kekerasan terbaru meletus sekitar 10 hari lalu. Setidaknya 227 warga Palestina telah tewas, termasuk 64 anak-anak dan 38 wanita, akibat rentetan serangan dari Israel.

Selain itu, 1.620 orang dilaporkan mengalami luka-luka karena serangan dari Israel, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Sementara itu, 28 warga Palestina, termasuk 4 anak-anak, tewas di Tepi Barat yang diduduki akibat bentrokan dengan pasukan keamanan Israel.

Di sisi lain, 12 orang Israel tewas akibat tembakan roket dari Jalur Gaza. Kekerasan bermula ketika Israel berupaya menggusur warga Palestina di wilayah Yerusalem Timur. Ketegangan semakin memuncak ketika polisi Israel menyerbu jemaah di kompleks Masjid Al-Aqsa saat bulan suci Ramadhan sehingga bentrokan pecah.

Setelah itu, Hamas yang mengontrol Gaza menembakkan roketnya ke Israel sebagai tanggapan atas aksi Israel terhadap warga Palestina. Israel membalas serangan roket tersebut dengan rentetan serangan udara yang terus berlangsung selama lebih dari 10 hari terakhir.(Kompas)

Pos terkait