Hari Meugang di Abdya Usaha Kuliner Sepi Pembeli

  • Whatsapp
meugang di aceh

BLANGPIDIE – H-2 bulan ramadhan atau di Aceh disebut dengan istilah meugang atau makmeugang dimana warga berbondong-bondong ke pasar untuk membeli daging, kemudian membawa pulang ke rumah memasaknya dan dimakan bersama keluarga. Tradisi ini bisa dijumpai diseluruh pelosok termasuk di Aceh Barat Daya. Tak heran bila saat meugang aktivitas sebagian warga lumpuh, karena mereka larut dengan tradisi yang sudah turun temurun ini.

Imbas dari hari meugang ini pun dirasakan pengaruhnya oleh para pedagang di pasar Blangpidie, terutama para pedagang di bidang kuliner seperti rumah makan dan warung kopi.

Bacaan Lainnya

Andre, karyawan Rumah Makan Aneka Rasa di Jalan Sentral Blangpidie mengakui bahwa usahanya pada hari Sabtu siang (4/5) mengalami penurunan omzet antara 60 hingga 70 persen dari biasanya.

“Hari ini sangat sepi pembeli, dari pagi hingga hampir maghrib baru melayani 30 pelanggan, mungkin para pelanggan banyak makan di rumah masing-masing.” Ungkapnya.

Selain di Aneka Rasa, berdasarkan pengamatan, di warung-warung kuliner lainnya di Kota Blangpidie terlihat sepi pembeli. Seperti kedai kopi, warung mie aceh dan lain-lain.

Para pedagang mengaku tidak terlalu heran dengan kondisi tersebut, karena memang itulah kearifan lokal yang tidak ditemui di daerah lain selain di Aceh. Dimana hari meugang ini akan ditemui tiga kali dalam setahun, yakni menjelang puasa ramadhan, menjelang idul fitri dan idul adha.

Pos terkait