Hari Pertama Vaksinasi Covid-19 di Museum Aceh 110 Orang Disuntik

  • Bagikan
Asisten III Sekda Aceh, Dr. Iskandar AP, S.Sos, M.Si bersama Kadinkes Aceh, dr.Hanif dan Karo Adpim, Muhammad Iswanto, S.STP, MM memantau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 massal di Museum Aceh, Banda Aceh, Kamis (13/1/2022).

BANDA ACEH— Vaksinasi massal yang dilaksanakan Satgas Covid-19 Aceh mulai digelar di Museum Aceh, Kamis (13/1/2022). Pada pelaksanaan hari pertama usai sebelumnya dilaksanakan di Banda Aceh Convention Hall, sebanyak 110 orang dilaporkan disuntik vaksin.

Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Aceh, Muhammad Iswanto, mengatakan pelaksanaan vaksinasi di Museum Aceh dipantau langsung oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Iskandar, bersama Karo Ops Polda Aceh, Agus Sarjito dan Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif.

“Alhamdulillah ada 110 orang yang disuntik vaksin di Museum Aceh, oleh vaksinator dari RSUDZA, Polda Aceh, Kodam IM dan Lanud SIM,” kata Iswanto dalam keterangannya di Banda Aceh.

Iswanto yang juga Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, menyebutkan banyak masyarakat yang belum tahu bahwa pelaksanaan vaksinasi mulai Kamis hari ini telah dipindahkan dari Banda Aceh Convention Hall. Karena itu ia mengajak masyarakat utamanya dari Banda Aceh dan Aceh Besar untuk datang melaksanakan vaksinasi di Museum Aceh.

“Bagi tamu dari luar Banda Aceh dan Aceh Besar silakan ikut vaksinasi di Museum Aceh, jika sedang berada di wilayah terdekat,” kata Iswanto.

Iswanto mengatakan, pelaksanaan vaksinasi di Museum Aceh bakal dapat sekaligus menjadi wadah edukasi sejarah Aceh bagi peserta vaksin. Para peserta dapat berkeliling mengunjungi berbagai situs sejarah di museum usai menerima suntikan vaksin.

Selanjutnya, Iswanto menyebutkan jika vaksinasi pada hari ini adalah pelaksanaan hari ke 148. Di mana sampai hari ini sebanyak 92.927 orang telah disuntik. “Itu hanya rekapitulasi pelaksanaan di BACH dan hari ini di Museum Aceh. Untuk seluruh Aceh Alhamdulillah telah sangat banyak,” kata dia. Hal itu menandakan jika masyarakat Aceh percaya bahwa vaksinasi adalah ikhtiar untuk melawan covid-19.(*)

  • Bagikan
Exit mobile version