Hentikan Laju Covid-19, New York Lakukan Lockdown

  • Whatsapp
Suasana New York City pasca pengumuman lockdown. FOTO/nypost

NEW YORK – Salah satu negara bagian di Amerika Serikat (AS), New York, bersiap menjalani lockdown untuk menghentikan laju penyebaran virus Corona jenis baru, Covid-19. Sejak Jumat lalu, Gubernur New York Andrew Cuomo telah mengumumkan akan menerapkan lockdown di wilayahnya.

Lockdown akan mulai berlaku pada Minggu (22/3) malam, pukul 20.00 waktu setempat.

Bacaan Lainnya

Sejak kali pertama lockdown diumumkan, suasana sudah langsung berbeda. Sejumlah daerah di New York, termasuk New York City yang biasanya ramai, kini menjadi lengang. Tak lagi terlihat kerumunan orang di teater Broadway, stasiun kereta Grand Central, Times Square, dan tempat-tempat lain yang biasanya menjadi pusat keramaian.

Cuomo memang telah menegaskan, diperlukan isolasi total untuk menekan penyebaran virus ini. “Kami mencoba mengurangi penyebaran hingga beberapa bulan. Selama berbulan-bulan, sistem perawatan kesehatan kita dapat menangani jumlahnya,” kata Cuomo, seperti dikutip dari nypost.

Ia menekankan, pembatasan pergerakan berlaku untuk setiap warga New York, termasuk kaum muda. “Kamu bukan Superman dan kamu bukan Superwoman. Anda bisa mendapatkan virus ini dan Anda dapat mentransfer virus dan Anda akhirnya dapat menyakiti seseorang yang Anda cintai, atau menyakiti seseorang sepenuhnya secara tidak sengaja,” tandas Cuomo.

Cuomo berjanji untuk membeli 6.000 ventilator baru dan dua juta masker N95 yang memblokir virus. “Satu juta topeng akan dikirim ke responden perawatan kesehatan di kota, dan 500 ribu akan dikirimkan ke ke Long Island. Kami benar-benar menjelajahi dunia mencari pasokan medis,” katanya.

Menurut Cuomo, rumah sakit di seluruh negara bagian telah diarahkan untuk mengakhiri operasi elektif dan mengubah ruang dan staf mereka untuk mengakomodasi arus pasien yang terinfeksi Covid-19.

“Kami sekarang bekerja dengan rumah sakit untuk mengkonfigurasi ulang ruang untuk mendapatkan lebih banyak tempat tidur dan menemukan lebih banyak staf untuk mengelola tempat tidur,” kata Cuomo.

Pos terkait