IMPELMA Dukung Siswa dan Perempuan Aceh Utara Tidak Keluar Malam

  • Whatsapp
impelma banda aceh
Ketua Impelma Banda Aceh, Rifki Ismail, S.Ag. Foto: Doc Pri

BANDA ACEH – Ikatan Masyarakat dan Pelajar Matangkuli (IMPELMA) Banda Aceh menyampaikan dukungan terhadap seruan tentang “anak usia 17 tahun ke bawah tidak dibenarkan berkeliaran pada malam hari saat jam belajar.”

Kami sangat mendukung seruan Forkopimda Kabupaten Aceh Utara yang melarang anak usia 17 tahun ke bawah berkeliaran pada malam hari saat jam belajar.” sebut ketua Impelma BNA, Rifki Ismail, S.Ag melalui siaran pers yang diterima Kanalinspirasi.com, Jum’at, (12/7).

Seruan tersebut merupakan Deklarasi Forkopimda Kabupaten Aceh Utara bersama Puluhan Forum Silaturrahmi organisasi masyarakat (Ormas) Islam, yang disampaikan di Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara.

Dalam deklarasi juga menyebutkan tentang anjuran bagi kaum perempuan tidak keluar malam jika tanpa didampingi orangtua, suami serta keluarganya.

Namun demikian,  menurut Rifki, untuk menyukseskan seruan ini diperlukan sosialisasi dan pembinaan yang baik kepada generasi muda dan perempuan yang dimaksud agar harapan pengaplikasian atas seruan tersebut dapat dilaksanakan secara baik dan tanpa paksaan.

“Hal ini menandakan perlunya perpaduan yang baik antara teori (seruan) dengan praktik (sosialisasi dan pembinaan) agar maksud deklarasi seruan larangan keluar malam tersebut dapat terealisirkan secara baik sesuai harapan bersama seluruh masyarakat Aceh Utara pada khususnya, ” ujar Rifki.

Dirinya menyebut bahwa teori dan praktik memang harus satu paket. Seperti halnya praktik pengajaran baca Alquran Malaikat Jibril kepada Nabi Muhamad Saw dengan bermodalkan metode talqin taklid sehingga dipastikan Nabi Muhammad kemudian membaca Alquran sesuai dengan apa yang diperdengarkan oleh malaikat Jibril.

Selain itu, tambah Rifki, dasar larangan keluar malam tersebut menjadi upaya peringatan dini bagi semua elemen masyarakat bahwa di malam hari adalah waktunya belajar bagi pelajar baik di pelajaran agama di pesantren maupun di rumah masing-masing.

Upaya ini, bisa dipahami sebagai tekad untuk menjaga generasi muda kita para pelajar dan kaum perempuan dari berbagai kejahatan, seperti Narkoba, peluang terjadinya pencurian, maksiat dan hal-hal lainnya yang dianggap sebagai larangan dalam agama dan kehidupan bersosial kemasyarakatan,

“Oleh sebab itu, IMPELMA meminta semua pihak di Aceh Utara, baik Pemkab Aceh Utara dengan segenap aparaturnya, organisasi massa dan kepedemudaan serta seluruh lapisan masyarakat agar memperkuat kegiatan pembinaan secara efektif. Jika tidak maka seruan ini tidak akan berlaku maksimal, “pungkasnya. (*)

Pos terkait