Innalillahi wa innailaihi raji’un, Menteri Agama Era Gus Dur Wafat

  • Whatsapp
wafat nu
Innalillahi wa innailaihi raji'un, di penghujung akhir Ramadhan warga NU dikejutkan dengan wafat salah satu tokohnya di daerah Jatim, KH Tolchah Hasan. (Foto/Istimewa/Dok)

JAKARTA – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, di penghujung akhir Ramadhan warga Nahdlatul Ulama (NU) dikejutkan dengan wafat salah satu tokohnya di daerah Jawa Timur (Jatim), KH Tolchah Hasan.

Informasi ini dikutip dari NU Online, Rabu (29/5). Ketua PWNU Jatim, KH Marzuqi Mustamar mengungkapkan, KH Tolchah wafat di rumah sakit di daerah Malang. “Kiai Tolchah meninggal di Rumah Sakit di Malang,” kata Kiai Marzuqi.

Bacaan Lainnya

Kiai Marzuqi Mustamar juga mengimbau warga NU untuk menjalankan shalat gaib bagi Kiai Tolchah dan agar bisa mendoakan almarhum Kiai Tolchah Hasan husnul khotimah.

“Mugi-mugi husnul khotimah. Nyuwun kanti sanget, pengurus NU lan warga NU kirim doa lan shalat ghoib kagem KH Tolhah Hasan, (Semoga khusnul khatimah. Mohon dengan sangat, penguru NU dan warga NU agar mengirim doa dan menjalankan shalat gaib untuk KH Tolchah Hasan,” kata Kiai Marzuqi.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Hardadi Arilangga, menantu Kiai Tolchah Hasan. “Wafat tadi jam 14.10 WIB di Paviliun VIP A Wijaya Kusuma RS Saiful Anwar, Kota Malang,” kata Hardadi yang seorang dokter.

Almarhum rencananya akan dimakamkan di kompleks Pesantren Bungkuk Singosari, bakda shalat Tarawih malam ini. “Di situ (kompleks makam) kan ada makam Kiai Masykur, lalu ibunya,” lanjut Dokter Hardadi.

Saat berita ini ditulis, jenazah masih berada di RSSA, dan tengah dilakukan pengurusan jenazah Kiai Tolchah.

KH Tolchah Hasan merupakan Mustasyar PBNU. Pertengahan Mei lalu, salah satu putri Kiai Tolchah, Fathien Furaida mengabarkan Kiai Tholchah beberapa hari terakhir memang kerap keluar-masuk RS.

Kiai Tolchah merupakan Menteri Agama (Menag) pada era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan aktif sejak muda di NU. Pada Muktamar NU ke-33 tahun 2015, Kiai Tolchah juga salah satu kiai yang masuk dalam Ahlul Hali wal Aqdi.

Achmad Nur Kholis dalam artikel yang dimuat NU Online menjelang penyelenggaraan Muktamar NU tahun 2015 menuliskan Kiai Tolchah Hasan atau Prof Dr KH Muhammad Tolchah Hasan, dilahirkan di Tuban, Jawa Timur pada 1936.

Ia merupakan seorang tokoh yang multidimensi, sebagai ulama, tokoh pendidikan, pegiat organisasi yang tekun dan juga seorang tokoh yang aktif di pemerintahan. Sebagai seorang ulama, tulis Nur Kholis, Kiai Tolchah adalah sosok dengan keilmuan yang mendalam.

Penguasaannya terhadap teks-teks agama ditunjukkan dengan aktivitasnya mengajar di pondok pesantren dan di berbagai perguruan tingi. Sebagai seorang tokoh agama ia juga mampu menciptakan pemikiran-pemikiran segar dalam pemahan terhadap agama.

Pos terkait