Iran Tuntut Permintaan Maaf AS

  • Whatsapp
Presiden Iran Hassan Rouhani. Foto : wikimsrweb.com

DUBAI – Presiden Iran Hassan Rouhani, mengatakan, Teheran akan terbuka untuk melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS), Rabu (24/6). Hanya saja, dia menuntut agar Washington meminta maaf karena keluar dari kesepakatan nuklir 2015 dan memberikan kompensasi kepada Teheran.

“Kami tidak memiliki masalah dengan perundingan dengan AS, tetapi hanya jika Washington memenuhi kewajibannya berdasarkan kesepakatan nuklir, meminta maaf, dan memberikan kompensasi kepada Teheran atas penarikan diri dari kesepakatan (nuklir) 2015,” kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi.

Bacaan Lainnya

Hubungan antara Iran dan AS telah memburuk sejak Presiden AS, Donald Trump, memutuskan untuk menarik diri dari pakta antara Iran dan enam kekuatan dunia pada 2018. Keputusan itu akhirnya menerapkan kembali sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Teheran. Iran pun telah menanggapi dengan secara bertahap mengurangi komitmen perjanjiannya.

“Tapi kita tahu seruan untuk melakukan pembicaraan dengan Teheran hanyalah kata-kata dan kebohongan,” ujar Rouhani.

Sebelum ini, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengatakan Trump memiliki kemungkinan untuk terpilih kembali sebagai presiden. “Kesalahan terbesar dalam ilmu manusia adalah memprediksi, terutama dalam kondisi yang cair dan suram. Namun, izinkan saya mengajukan prediksi bahwa peluang terpilihnya kembali Trump masih lebih dari 50 persen,” katanya pada 13 Juni.

Trump mengatakan awal bulan ini, para pemimpin Iran salah jika mereka mengharapkan kekalahannya dalam pemilihan November. Pernyataan itu muncul dari hasil jajak pendapat yang memperlihatkan Trump kalah dari kandidat Partai Demokrat, Joe Biden.

“Jangan menunggu sampai setelah Pemilu AS untuk membuat masalah besar. Saya akan menang. Anda akan membuat kesepakatan yang lebih baik sekarang!” kata Trump melalui akunĀ Twitter.

Pos terkait