Istri dan Putri Balita Prajurit TNI Kodam IM Meninggal Terjebak Kebakaran Warung

  • Whatsapp
Kebakaran Warung Istri dan Putri Prajurit TNI Meninggal
Gampong Kayee Lheu, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (1/8/) pagi.Istri dan Putri Balita Prajurit TNI Kodam IM meninggal

ACEH BESAR – Dua orang meninggal dunia dalam kebakaran  di Gampong Kayee Lheu, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (1/8/) pagi.

Informasi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh, peristiwa kebakaran  yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, menyebabkan dua orang meninggal dunia, terjebak dalam kobaran api yang melalap warung kelontong berkontruksi kayu.

Bacaan Lainnya

Kedua korban meninggal dalam peristiwa ini Sri Yanti Wulandari (27) dan anak perempuannya yang masih balita Aviqa Nurfazila (4), istri dan putri dari Serka Ebi Hendrianto (31) prajurit TNI AD di Kodam IM.

“Kebakaran pertama kali diketahui Lukman Najib, prajurit TNI AD di kompleks perumahan prajurit TNI di kawasan tersebut. Lukman melihat asap tebal di tengah warung milik Serka Ebi yang berada di pintu masuk ke Kompleks Perumahan Prajurit TNI,” terang Plt Kepala DPKP Kota Banda Aceh, Drs Rizha MM.

Ia pun kemudian berupaya menghubungi Serka Ebi Hendrianto yang diketahui sedang berdinas dan juga menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Warga sempat mendobrak pintu warung begitu melihat warung masih tertutup rapat dan sempat memastikan apa ada orang di dalam sambil memanggil-manggil. Namun Api begitu besar, sehingga warung milik korban habis terbakar.

Mendapat informasi kebakaran, DPKP Kota Banda Aceh mengerahkan satu 1 unit mobil pemadam ke lokasi kejadian dan BPBD Aceh Besar juga ikut mengerahkan sejumlah armada pemadam.

Kepala BPBD Aceh Besar, Farhan AP, mengatakan almarhumah Sri Yanti Wulandari dan Aviqa Nurfazila, anak dari Serka Ebi Hendrianto ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, setelah api yang membakar warung berkontruksi kayu tersebut berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam BPBD Aceh Besar dan petugas pemadam dari DPKP Banda Aceh.

“Kami mengerahkan tiga unit pemadam ke lokasi kejadian. Dinas Pemadam dari Kota Banda Aceh juga ikut mengerahkan armadanya ke lokasi kejadian. Tapi, karena bangunan kontruksi kayu, sehingga api sangat cepat membesar, ibu dan anak yang merupakan istri dan anak dari Serka Ebi Hendrianto meninggal dalam peristiwa itu,” ungkap Farhan. (*)

Pos terkait