“Jantho Berdeyut Kini Jadi Kenyataan” Catatan Khalid Wardana di Hari Jadi Kota Jantho ke – 37

  • Whatsapp
Khalid Wardana

DULU setiap orang mendengar kata Jantho pasti yang terpikirkan tentang sebuah daerah yang sangat sepi, sunyi dan jauh dari, hiru pikuk lalu lalang kenderaan, baik rada dua maupun empat. Ironisnya jalan menuju kesana-pun dipenuhi dengan lubang dan kotoran lembu berserakan dibadan jalan. Maka kemudian muncul anekdot “ Jantho, kadang jauh dan terkadang dekat”.

Kota Jantho dibangun pertama kali pada tahun 1984, pasca perpindahan adminsitrasi dari Banda Aceh ke Jantho tahun 1983. Kala itu jalan menuju kesana sempit dan penuh tikungan tajam bagaikan kelok Sembilan.

Bacaan Lainnya

Namun setelah dibangun, jalan dua jalur tahun 1990 dengan jarak 12 KM dari jalan raya Banda Aceh – Medan, setelah itu dipangkas jalan menjadi 10 km, akan tetapi jalannya kadangkala tetap satu jalur, di karenakan sistem perawatan dan pembangunan jalan masih menganut ala jen jen joek, yang maksudnya, ketika jalur sebelah kanan bagus, jalur sebelah kiri yang rusak, begitu juga sebaliknya.

Meskipun demikian. Kota Jantho sejak ditetapkan sebagai ibukota Kabupaten Daerah Tingkat II Aceh Besar yang baru. Maka secara bertahap pemindahan ibukota terus dimulai, dan akhirnya secara serentak seluruh aktifitas perkantoran resmi dipindahkan dari Banda Aceh ke Ibukota Jantho pada tanggal 29 Agustus 1983. Peresmiannya dilakukan oleh Bapak Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia pada masa itu, yaitu Bapak Soepardjo Rustam pada tanggal 3 Mei 1984.

Dan pasca tsunami 2004 akses jalan sudah lebih baik dan masyarakat semakin ramai, walaupun pernah terjadi eksodus besar-besaran warga UPT trans Jantho pada masa konflik Aceh.

Ketika Presiden RI mencanangkan proyek strategis nasional (PSN) pembangunan jalan tol lintas sumatra pada akhir 2018, di mulailah pembangunan jalan tol pertama di Aceh seksi Indrapuri – Blang Bintang dan Indrapuri Jantho, yang mulai di buka untuk masyarakat umum pada tahun 2020.

Dengan adanya akses jalan tol akan membuat kota Jantho semakin berdenyut, apalagi kalau terwujud pembangunan lintas Jantho-Lamno dan Jantho – Keumala dan di dukung ketersediaan berbagai fasilitas maka Jantho akan menjadi kota “Bukit Tinggi” nya Aceh, serta menjadi kota alternatif, kota transit dan kota wisata.

Selamat Hari Jadi Kota Jantho ke – 37.

Tulisan : Khalid Wardana 

Penulis adalah ASN Kemenag Aceh Besar yang telah mengabdi selama 20 tahun

Pos terkait