Jika Banda Aceh Zona Hijau Covid 19, Aktivitas Keagamaan Tidak Perlu Dibatasi

  • Whatsapp

BANDA ACEH –  Segala bentuk aktivitas keagamaan tidak perlu dilarang jika Banda Aceh kembali ditetapkan sebagai Zona Hijau pandemi Covid-19.

“Jika Kota Banda Aceh telah ditetapkan sebagai Zona Hijau Covid 19, maka seharusnya Pemerintah mengizinkan segala bentuk aktivitas keagamaan yang dilaksanakan masyarakat”, kata anggota DPRK Banda Aceh, Ramza Harli, Ahad (31/05), kepada Kanalinspirasi.

Bacaan Lainnya

Dengan tes Swab terbaru yang Zero Positif Covid 19, kata Ramza, Kota Banda Aceh seharusnya sudah termasuk zona hijau. Maka setiap kegiatan keagamaan baik Shalat Jamaah, Pengajian, Zikir yang dilaksanakan di Masjid dan tempat ibadah, sebaiknya  sudah  bisa diizinkan.

“Saya yakin untuk kegiatan keagamaan semua kita pasti dilindungi oleh Allah SWT. Kita tidak perlu kuatir lagi, karena sudah beberapa bulan setelah terjangkitnya dua orang warga kita dan akhirnya sembuh, hingga kini belum ada yang positif” sebutnya.

Ramza juga mengatakan sudah terbukti selama beberapa bulan belakangan ini di seluruh Masjid dan Meunasah selalu ramai orang Shalat berjamaah tanpa masker dan jaga jarak.

“Alhamdulillah hingga kini tidak ada satupun yang positif, nah ini merupakan suatu bukti nyata yang katanya virus tersebut bertahan selama 14 hari, padahal kita tetap berjamaah tanpa protokol kesehatan dan sudah berbulan-bulan kita laksanakan, Insya Allah tidak ada pengaruh apapun dari wabah tersebut. Kalau di tempat-tempat ibadah saya yakin kita semua pasti dilindungi oleh Allah SWT karena orang Aceh semuanya kuat aqidahnya” ” lanjutnya.

Ramza juga mengajak masyarakat mensyukuri dengan rahmat masih banyaknya Alim Ulama Aceh yang tetap menganjurkan agar kita tetap melaksanakan shalat berjamaah, walaupun sudah ada himbauan dari pihak pemerintah, bahkan ada juga dari pemerintah gampong yang ikut membuat himbauan agar masjid ditutup.

“Alhamdulillah pada saat genting tersebut,  masih banyak warga Banda Aceh masih bertahan dan tetap melaksanakan shalat berjamaah. Tidak bisa kita bayangkan seandainya masjid dan meunasah-meunasah ditutup semuanya, hancurlah agama kita ini” tegas Anggota Fraksi Gerindra DPRK Banda Aceh tersebut.

Ramza berpesan agar masyarakat jangan sampai terbelenggu oleh wabah ini, yang mengakibatkan hancurnya Agama dan berbagai macam tatanan sosial dan ekonomi masyarakat yang sudah berjalan dengan baik selama ini.

“Yang sangat disayangkan lagi, kasihan kita melihat apabila ada warga kita yang ingin melaksanakan hajatan pernikahan, akibat adanya larangan dari pemerintah sehingga mereka terpaksa menunda menikah. Sementara perintah agama tidak boleh menuda-nunda apabila kedua pasangan tersebut sudah siap untuk berumah tangga, karena efeknya akan sangat berbahaya dari sisi agama. Begitu juga terhadap kegiatan-kegiatan pengajian dan acara keagamaan lainnya tidak perlu dilarang lagi” lanjut Ramza.

Sebelumnya PLT Gubernur juga sudah mengeluarkan ingub nomor 08/INSTR/2020, yang pada point 4 menyebut dilarang keras pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang bersifat pengumpulan masa termasuk kegiatan Zikir, Pengajian dan Majelis Taklim.

Untuk itu Ramza mengingatkan warga untuk jangan sampai lengah dan menganggap sepele dengan wabah yang sedang melanda dunia ini. Jika Banda Aceh dalam Zona Hijau Covid 19, warga jangan Takabur atau menganggap remeh terhadap wabah ini. Hingga tidak peduli terhadap protokol kesehatan dan menganggap orang Aceh ini semuanya kebal Corona dan tidak mau pakai masker lagi.

“Jika lengah dan menyepelekan protokol kesehatan, apabila sudah kena satu yang kita takutkan akan menular kepada orang lain dengan tiba-tiba. Sehingga nantinya pasti tenaga medis akan kewalahan seperti yang dialami di beberapa kota besar di Indonesia yang padat penduduknya”, kata Ramza.

Ramza meyakini, selama ini daerah Aceh khususnya kota Banda Aceh sebagai ibukota Provinsi, masih selamat dari wabah tersebut hanyalah karena masih dilindungi oleh Allah SWT, bukan karena kehebatan upaya dari pemerintah semata.

“Mencegah memang lebih baik daripada mengobati, namun dari semua itu kunci utamanya adalah kita harus selalu memohon doa dan meminta perlindungan kepada Allah SWT karena saya yakin hingga saat ini daerah kita bisa bebas dari wabah tersebut karena kita masih tetap mau berjamaah di masjid.

Ramza juga berharap jika kondisi Zona Hijau dapat terus dipertahankan, pemerintah nantinya bisa mengizinkan kegiatan keagamaan lainnya. Termasuk kegiatan yang bermanfaat lain yang terjadi pengumpulan massa, seperti pelatihan, seminar dan sosialisasi demi memajukan agama dan juga ekonomi masyarakat.

“Yang paling penting seluruh masyarakat mau patuh dalam setiap aktivitas selalu pakai masker, jaga jarak, dan jaga kesehatan”, pungkasnya.(*)

Pos terkait