Jokowi Minta Birokrasi Disederhanakan

  • Whatsapp
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat acara penyaluran dana bergulir untuk koperasi di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2020. Foto : ANTARA

jAKARTA – Presiden Joko Widodo menyatakan reformasi birokrasi perlu penyederhanaan. Jokowi menilai organisasi birokrasi saat ini terlalu banyak jenjang dan divisi sehingga perlu dibenahi.

Jokowi mengatakan banyaknya eselon justru semakin memperpanjang birokrasi sehingga akan memecah anggaran dalam unit-unit yang kecil sehingga sulit diawasi.

Bacaan Lainnya

“Inilah yang saya tidak mau,” kata dia saat membuka Stranas KPK pada Rabu, (26/8).

Jokowi meminta anggaran digunakan untuk membiayai program yang strategis, relevan dengan kebutuhan nasional, menjawab kepentingan masyarakat, dan membawa  kemajuan.

Menurut Jokowi, pihak yang berkepentingan terhadap perizinan tidak hanya pengusaha besar. Namun juga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Yang menjadi korban dari dari tata niaga yang tidak sehat itu adalah rakyat harus menanggung harga yang mahal,” ucap Jokowi.

Karena itu, Jokowi melanjutkan, tata niaga yang memberi kesempatan kepada para pengambil rente harus dirombak. Khususnya tata niaga yang menyangkut fondasi kehidupan masyarakat, seperti pangan, obat, dan energi. “Saya ajak bapak ibu untuk benahi hal ini,” kata Jokowi.

Pos terkait