Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Karang Sembilan, Empat Orang Selamat

  • Whatsapp
kapal nelayan tenggelam di karang sembilan
Ilustrasi Kapal Tenggelam. Foto: Ist

BANGKA – Kapal penangkapan ikan nelayan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tenggelam di perairan laut Karang Sembilan, tepatnya 40 mil dari pelabuhan perikanan setempat.

Hendram nahkoda kapal yang selamat mengatakan, tenggelamnya kapal dengan alat tangkap jaring ikan pari itu terjadi pukul 07.00 WIB, di posisi koordinat 0-13-768 lintang Utara dan 06-18-536 lintang Selatan. Peristiwa itu terjadi ketika dia bersama tiga orang anak buah kapal mencari ikan.

Bacaan Lainnya

“Saat kami sedang melakukan penangkapan, tiba-tiba air laut masuk ke badan kapal karena papan badan kapal lepas akibat dihantam gelombang,” katanya, Kamis (18/7).

Sekitar 10 menit kata dia, ruangan kapal sudah penuhi air laut, Hendram berusaha meminta bantuan nelayan laun menggunakan fasilitas radio. “Pukul 12.00 WIB bantuan dari teman nelayan baru sampai, atau sekitar lima jam kami menunggu di atas kapal yang kondisinya terendam air laut,” katanya.

Selama menunggu pertolongan nelayan itu kata dia, dia bersama dengan tiga anak buah kapal yang selamat berusaha bertahan di atas kapal yang mulai tenggelam dengan kondisi kamar kapal hancur.

“Saya bersama dengan tiga anak buah kapal bertahan di atas kapal menunggu pertolongan dengan menggunakan pelampung, musibah terjadi selama enam hari melaut dari rencana delapan hari,” sebutnya.

Selain Hendra sebagai nahkoda kapal yang berkapasitas enam gros ton yang selamat, tiga orang anak buah kapal juga selamat yakni, Udin dan Junet keduannya warga Sungailiat, dan satu orang anak buah kapal selamat atas nama Hidayat warga pendatang dari Pulau Jawa.

Menurut Hendra, pada kejadian ketinggian gelombang air laut di kawasan penangkapan mencapai dua sampa 2.5 meter. “Waktu tempuh untuk sampai ke tempat kejadian dengan kondisi gelombang air laut aman mencapai lima jam,” katanya.

Menurut pengakuannya, perlengkapan kapal semuanya tenggelam dan kalaupun saat ini yang bisa di ambil hanya jaring karena menggunakan jenis jaring tetap.

“Tidak ada perlengkapan kapal yang bisa diambil kecuali hanya jaring, bahkan saat kami mendapatkan pertolongan hanya baju yang melekat di badan yang bisa dibawa,” pungkasnya.

Total kerugian korban atas kejadian itu baik kapal dan alat tangkap (jaring) serta logistik ditaksir mencapai Rp180 juta.

Pos terkait