Kapolres Lhokseumawe Gelar Konferensi Pers Akhir Tahun 2020

  • Whatsapp
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto didamping Wakapolres Kompol Raja Gunawan saat konferensi pers akhir tahun di Aula Mapolres, Kamis (31/12/2020). Kanal Inspirasi /Rahmat Mirza

LHOKSEUMAWE – Polres Lhokseumawe menangani sebanyak 663 kasus kriminalitas selama tahun 2020, meningkat dibandingkan 2019 berjumlah 635 kasus.

“Tahun 2020 untuk tindak pidana di wilayah hukum Polres Lhokseumawe mengalami peningkatan sebanyak 28 kasus atau 4,22 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto didamping Wakapolres Kompol Raja Gunawan saat konferensi pers akhir tahun di Aula Mapolres, Kamis (31/12).

Bacaan Lainnya

Dari 663 kasus kriminalitas tahun 2020 telah diselesaikan 487 kasus. Sedangkan tahun 2019 berhasil dituntaskan 412 dari 635 kasus. “Maka persentase crime clearance mengalami peningkatan sebanyak 75 kasus atau 18,20 persen,” ujar Kapolres.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto saat konferensi pers akhir tahun 2020 di Aula Mapolres, Kamis (31/12). Kanal Inspirasi / Rahmat Mirza

Kapolres merincikan, dari 487 kasus yang berhasil diselesaikan tahun 2020, sebanyak 201 kasus P21 (berkas perkara dinyatakan lengkap oleh jaksa), dan SP3 286 kasus. Sehingga masih ada tunggakan yang menjadi tanggung jawab Polres 171 kasus tahun 2020. “Itu masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan di Sat. Reskrim Polres Lhokseumawe,” tuturnya.

Menurut Kapolres, dari kasus-kasus yang ditangani tahun 2020 itu, berhasil diamankan 136 tersangka yang dilakukan penahanan dan masih proses sampai saat ini.

“Adapun kasus yang menonjol kita tangani selama tahun ini yaitu penculikan menggunakan senjata api (senpi) di Gampong Ulee Blang Mane, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Di mana pada September 2020, empat tersangka berhasil ditangkap. Ketika itu terdapat satu pucuk senjata api AK-56, satu senpi genggam merk Sig Sauer dan sejumlah peluru berhasil kita sita,” ungkap Kapolres.

Menurut Kapolres, kasus itu sudah tahap kedua, yakni tersangka dan barang bukti telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto memperlihatkan barang bukti dan tersangka saat konferensi pers akhir tahun 2020 di Aula Mapolres, Kamis (31/12). Kanal Inspirasi / Rahmat Mirza

Kapolres menyebut kasus lainnya yang menonjol adalah pengungkapan pembobolan ATM BNI di Gampong Mancang, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, pada Juli 2020. Polisi berhasil mengamankan tiga tersangka dan menyita barang bukti (BB) berupa uang tunai Rp64.100.000, dan sejumlah BB lainnya.

Di samping itu, kata Kapolres, kasus perdagangan orang yang merupakan etnis Rohingya. Itu terjadi di tempat pengungsian Balai Latihan Kerja (BLK) Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. “Kasus itu kita menangani sembilan laporan polisi (LP), dan ditangani Polda Aceh satu LP. Sudah ditetapkan 13 tersangka, yakni dua warga asing dan 11 WNI. Empat kasus telah masuk dalam tahap kedua di Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, dan lima kasus masih dalam proses penyelidikan,” tutur Kapolres.

Kapolres menyampaikan kasus tertinggi di wilayah hukum Polres Lhokseumawe tahun 2020 ialah pencurian sebanyak 206 kasus. Namun, jumlahnya menurun dibandingkan 2019 yaitu 220 kasus. Kasus penganiayaan meningkat dari 102 tahun 2019, menjadi 122 kasus di 2020.

“Untuk tipu gelap ada 97 dari tahun sebelumnya menjadi 109 kasus pada 2020. Kemudian, kasus curanmor dari 72 kasus 2019 kini turun menjadi 56 kasus. Perkara pencabulan tahun 2019 berjumlah 17 kasus, dan tahun 2020 meningkat menjadi sebanyak 32 kasus,” pungkas Kapolres.[]

Pos terkait