Kasus Covid-19 AS Tembus 4 Juta

  • Whatsapp
virus corona baru washington dc
Tenaga medis bekerja di tenda dan bangunan darurat yang dibuat untuk membantu sistem perawatan kesehatan di kawasan rumah sakit di Brescia, Italia, Jumat (13/3/2020). Penyebaran wabah virus corona (Covid-19) di Italia cukup signifikan dengan pertumbuhan jumlah kematian pasien yang mencapai 14 persen. Foto : Bloomberg

JAKARTA – Angka kasus positif Virus Corona COVID-19 di dunia telah mencapai 15.914.581. Namun, angka kasus yang dinyatakan sembuh juga sudah mencapai 9.900.368, berdasarkan data dari Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE. 

Dari angka tersebut, Amerika Serikat masih menjadi negara dengan kasus terbanyak yaitu 4.167.663 dengan 146.317 kematian.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, diikuti oleh Brasil dengan 2.343.366 kasus.

Kementerian Kesehatan Brasil melaporkan 51.147 kasus baru virus corona pada hari Sabtu.

Hari itu menandai hari keempat berturut-turut bahwa Brasil telah melaporkan lebih dari 50.000 kasus COVID-19 baru dan minggu ini menandai rekor mingguan 321.623 kasus baru, menurut tanggal dari Kementerian Kesehatan negara.

Kementerian melaporkan 1.211 kematian COVID-19 baru, meningkatkan jumlah kematian nasional menjadi 86.449.

India pun kemudian menjadi negara ketiga dengan kasus terbanyak yaitu 1.337.024 dengan 31.358 kematian.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengadakan pertemuan darurat setelah kasus pertama yang diduga Covid-19 dilaporkan, kantor berita pusat Korea (KCNA) milik pemerintah melaporkan pada hari Minggu pagi waktu setempat.

KCNA melaporkan bahwa individu yang terinfeksi secara ilegal memasuki Korea Utara melalui Kota Kaesong pada 19 Juli setelah membelot ke Korea Selatan tiga tahun lalu. Pasien telah menerima pemeriksaan medis dan telah dikarantina, bersama dengan semua orang yang telah dihubungi individu tersebut baru-baru ini, lapor KCNA.

Kim Jong Un memberlakukan tindakan isolasi untuk daerah di sekitar Kaesong dan menyatakan keadaan darurat di satu “area yang relevan,” lapor KCNA.

Komisi Militer Pusat negara itu akan menyelidiki unit yang bertanggung jawab atas masuknya pasien secara ilegal dan “melaksanakan hukuman berat,” lapor KCNA.

Pos terkait