Kejam, Pasutri ini Paksa Anaknya Untuk Mengemis

  • Whatsapp
kasus eksploitasi anak
Babinsa Koramil 16 Banda Sakti, Kodim Aceh Utara, Serda Maulana Ishak saat membuka gembok rantai di kaki anak berinisial MS (9) yang diduga dilakukan oleh orang tuanya MI (39) dan UG (38) di Desa Tumpok Tengoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Rabu (18/9) sore. Foto: Ist

LHOKSEUMAWE – Terungkap sebuah kisah miris kasus eksploitasi terhadap anak oleh ayah tiri dan ibu kandungnya tega menyuruh anaknya dibawah umur berinisial MS (9) untuk mengemis.

Suami istri ini menyiksa anaknya karena sang anak menolak mengemis. Bila tidak membawa pulang uang hasil mengemis, anak tersebut maka diduga dipukul dan diikat dengan rantai besi.

Bacaan Lainnya

Pasutri ini sendiri adalah warga Tumpok Tengoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Berdasarkan informasi dihimpun, kasus ini terungkap dari laporan tetangga korban kepada seorang personil Babinsa Koramil Banda Sakti, pada Rabu (18/9) sore.

Selanjutnya, personil Babinsa berkoordinasi dengan pihak Polsek Banda Sakti. Lalu, mendatangi rumah korban.

Tidak lama kemudian, anak dan ayah tiri berinisial MI (39), serta ibu kandung korban, berinisial UG (38), dibawa ke Polres Lhokseumawe.

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra T Herlambang, membenarkan sedang menangani kasus dugaan KDRT tersebut. Kedua orang tua korban telah diamankan di Mapolres Lhokseumawe.

Sementara itu, MS (9) mengaku kerap mendapat penyiksaan dari orangtuanya jika tidak membawa uang hasil mengemis.

Dia juga mengaku jika MI bukanlah ayah kandungnya akan tetapi hanyalah ayah tirinya.

“Ayah itu ayah tiri saya. Dia memukul, kadang bagian kepala. Kalau saya tidak bawa uang hasil mengemis,” pungkasnya. (*)

Pos terkait