Keluarga Pasien Keluhkan Perangai Seorang Perawat di Puskesmas Kuala Batee

  • Whatsapp

KANALINSPIRASI.COM, Abdya – Adu argumen sempat terjadi di selasar Rawat Inap Puskesmas Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya, Kamis (07/03/19).

Hasil pengamatan media ini, hal tersebut akibat adanya protes dari salah satu keluarga pasien yang mendapat perawatan akibat terkena sengatan binatang melata sejenis kelabang beberapa jam sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Keluarga dari pasien bernama Mar (40) warga Kuala Batee merasa tersinggung akibat perkataan perawat bernama Roza yang menyuruh pulang pasien yang saat itu tengah didorong di atas kursi roda oleh adiknya bernama Dekyah.

Merasa kondisi pasien belum stabil, kontan kata-kata perawat tersebut dirasakan sebagai tindakan yang tidak sopan dan diluar prosedur standar operasional (SOP) rumah sakit.

Akhirnya perselisihan faham ini bisa ditengahi oleh dokter yang bertugas pada saat itu. Dokter mengakui bahwa dirinya telah memberikan arahan kepada perawat, jika hasil observasi menunjukkan perkembangan positif bagi pasien atas nama ibu Mar, maka diperbolehkan pulang dalam arti tidak perlu rawat inap.

Namun diperkirakan karena kondisi perawat yang lelah atau karena memang karakter yang demikian, maka cara penyampaian informasi tersebut dirasa sebagai kalimat ‘mengusir‘ tanpa menggunakan bahasa yang santun selayaknya sikap perawat kepada pasien.

Pihak Puskesmas berjanji akan melakukan evaluasi terhadap kinerja para petugasnya dan diharapkan tidak terjadi lagi pelayanan yang tidak nyaman bagi para pasien dikemudian hari.

Sementara pihak pasien berharap agar tidak ada lagi stigma bahwa setiap pasien dengan tanggungan BPJS Kesehatan adalah pasien gratisan.

“Tidak ada pasien yang gratis berobat di rumah sakit meskipun pasien adalah penerima bantuan iuran PBI BPJS Kesehatan (red), tetap saja membayar. Apalagi kakak kami ditanggung oleh BPJS Kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kelas I karena membayar iuran mandiri.” Tegas Dekyah yang merupakan keluarga pasien.

Hal tersebut diakui juga oleh para pasien yang lain, seakan-akan pasien PBI BPJS Kesehatan adalah masyarakat kasta terendah yang boleh diperlakukan tanpa tatakrama dan sopan santun.


REPORTER: Wahyu MK
EDITOR: Tim Redaksi

Pos terkait