Kemenag Aceh Besar Verifikasi Tanah Wakaf Jalan Tol

  • Whatsapp
kemenag aceh besar
Kakan Kemenag Kabupaten Aceh Besar H Abrar Zym SAg bersama lembaga terkait melakukan verifikasi lapangan untuk menilai ganti rugi tanah wakaf yang terkena pembangunan jalan tol di Gampong Lhieb Kecamatan Seulimeum Aceh Besar, Kamis (25/6). Foto : Humas Kemenag Aceh Besar

ACEH BESAR – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Besar bersama lembaga terkait melakukan verifikasi lapangan untuk menilai ganti rugi tanah wakaf yang terkena pembangunan jalan tol di kawasan Gampong Lhieb Kecamatan Seulimeum Aceh Besar, Kamis (25/6).

Tim yang di pimpin oleh Kepala Kankemenag Aceh Besar H Abrar Zym SAg, di dampingi Kasi Bimas Islam H Khalid Wardana MSi, penyelenggara Syariah Drs H Adnan, Unsur MPU Tgk Saifullah, Dinas Pertanahan Azhar SE MSi, Camat Seulimeum Drs Marjoni MM, Kepala KUA Baharuddin SAg, para nadzir wakaf dan PPK II Pengadaan tanah jalan Tol.

Bacaan Lainnya

H Abrar Zym, mengungkapkan bahwa di kecamatan Seulimeum terdapat dua persil tanah wakaf yang terkena pembangunan jalan tol, sehingga kehadiran tim bertujuan melakukan penetapan keseimbangan nilai dan manfaat tukar menukar harta benda wakaf antara tanah wakaf yang terkena pembangunan jalan tol dengan tanah pengganti.

“Hasil verifikasi seterusnya di sampaikan rekomendasi kepada Kanwil Kemenag Aceh dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Aceh agar mendapat izin untuk proses ganti rugi tukar menukar harta benda wakaf,” katanya.

Sebelumnya, kata H Abrar Zym, tim Kemenag Aceh Besar telah menuntaskan verifikasi tanah wakaf di Kecamatan Indrapuri dan Kuta Cot Glie sehingga PPK jalan tol telah melakukan pembayaran terhadap tanah pengganti.

Masih ada tiga kecamatan lagi yaitu Darussalam, Kuta Baro dan Lembah Seulawah yang terdapat tanah wakaf terkena pembangunan jalan tol akan tetapi belum di ajukan berkas administrasi ke kemenag untuk di lakukan verifikasi ke lokasi tanah wakaf.

“Untuk itu di harapkan peran serta nadzir wakaf bersama PPK jalan tol agar proses ganti rugi tanah wakaf dapat di lakukan lebih cepat dan tidak menghambat proses pembangunan jalan tol Sigli-Aceh Besar,” pungkas H Abrar Zym SAg, Kepala Kankemenag Aceh Besar. (rel)

Pos terkait