Kemiskinan dan Pengangguran Naik Akibat Pandemi

  • Whatsapp
Ilustrasi antrian pencari kerja di sebuah job fair. Foto : SindoNews.com

JAKARTA – Pandemi corona (Covid-19) mengancam pertumbuhan ekonomi global. Bahkan, menurunnya kondisi global juga dapat memperburuk ekonomi domestik yang sudah terdampak pandemi.

“Pandemi ini menurunkan kinerja perdagangan dan investasi. Juga, meningkatnya pengangguran dan penduduk miskin,” kata Direktur Riset CORE Indonesia sekaligus Dosen Perbanas Institute Piter Abdullah saat Webinar Perbanas Institute di Jakarta, Jumat (24/7).

Bacaan Lainnya

Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 71% responden pada kelompok masyarakat penghasilan kurang dari Rp1,8 juta mengakui berkurang pendapatanya.

Sebesar 70% orang yang bekerja di sektor perdagangan dan lainnya juga mengakui mengalami penurunan pendapatan. “62% orang yang bekerja di sektor transportasi dan pergudangan mengakui mengalami penurunan pendapatan,” ungkapnya.

Sedangkan 76% orang yang bekerja di sektor akomodasi makanan dan minuman juga mengakui mengalami penurunan pendapatan. “Saya memprediksi, jumlah pengangguran pada kuartal II/2020 sebesar 16,23 juta orang atau naik dibandingkan pada posisi Februari 2020 sebesar 6,88 juta orang,” ungkap dia.

Sementara, lanjut dia, jumlah penduduk miskin akan naik menjadi 37,9 juta orang dibandingkan pada Februari 2020 sebesar 24,8 juta orang.

Pos terkait