Keplor di Pecat, Kaum Ibu Demo Rumah Keuchik

  • Whatsapp
kaum ibu di lampaseh aceh demo keuchik

BANDA ACEH – Puluhan kaum ibu di Desa Lampaseh Aceh, Kecamatan Meraxa, Banda Aceh mendatangi rumah keuchik (Kepala Desa) Jumat (4/5) malam.

Kedatangan para kaum ibu tersebut untuk mempertanyakan alasan kepala Desa mereka yang memberhentikan kepala lorong A, Saiful Bahri.

Bacaan Lainnya

Warga tidak terima kepala lorong diberhentikan secara sepihak oleh kepala Desa tanpa musyawarah degan Warga setempat.

Para kaum ibu menilai kepala Desa telah bertindak sewenang-wenang karena sebelumnya kepala Desa Samsul Bahri juga telah memberhentikan dua keplor lainnya digampong tersebut.

“Untuk diketahui, keplor itu dipilih oleh warga untuk menduduki jabatan tersebut, jadi keuchik tidak bisa seenaknya memberhentikan tanpa musyawarah dengan warga,” ujar salah seorang kaum ibu Sakdiah.

Mengetahui kedatangan warga Kepala Desa Lampaseh Aceh Samsul Bahri yang saat itu sedang tidak berada ditempat langsung pulang untuk menjumpai warganya.

Namun sayang bukannya menampung aspirasi masyarakat Samsul Bahri bahkan marah-marah dan menuding warganya bertindak anarkis.

Protes warga terhadap keuchik yang telah menurunkan Kepala Lorong secara sepihak, Jumat (4/5) malam.Foto: Danil – Kanalinspirasi.com

Bahkan keluarga kepala Desa sempat menelfon aparat keamanan untuk mengamankan warga.

“Kami datang baik-baik, mau ketemu sama keuchik, tapi keluarga keuchik saat itu langsung nelepon polisi di depan kami, sehingga rame polisi datang sampe bawa motor trail,” Ujarnya.

Disamping itu salah seorang orang tua gampong mengatakan, pihaknya sudah tidak suka dengan sikap dan cara kerja dari Keuchik (Kepala Desa), dikarenakan setiap dana desa yang dikelola dinilai pihaknya tidak transparan sehingga apa yang dilakukan Keuchik warga tidak pernah tau sama sekali.

“Setiap dana desa yang ada warga tidak pernah mengetahuinya, apakah itu untuk dibuat apa karena kami tidak mengetahui berapa dana desa yang ada dan dibuat apa,” Terangnya.

Warga baru membubarkan diri setelah ada perjanjian akan dilakukan musyawarah pada hari sabtu (5/4) yang difasilitasi oleh Camat Meuraxa. Warga berharap dalam musyawarah nantinya ada titik temu yang tidak merugikan sebelah pihak. (*)

Pos terkait