Ketua DPRK, Banda Aceh Butuh Qanun Wisata Halal

  • Whatsapp
qanun wisata halal banda aceh
Wisata Museum Tsunami. Foto: Danil/Kanalinspirasi.com

BANDA ACEH – Kota Banda Aceh sangat membutuhkan Qanun wisata halal, guna memberikan kepastian hukum bagi pengunjung  dan warga guna melestarikan kawasan yang tersebar dalam sembilan Kecamatan di Kota Banda Aceh, demikian kata Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar kepada Kanalinspirasi.com, Jum’at (1/11) di ruang kerja.

Ia menambahkan, dengan adanya Qanun wisata halal bisa terlihat kawasan mana yang menjadi objek wisata religi, kawasan mana yang menjadi wilayah kuliner misalnya ulee lhee menjadi objek wisata kuliner dan kawasan wisata pantai serta pusat riset tsunami dan kapal apung, untuk Baiturrahman kawasan wisata Islami, Darussalam wisata pendidikan, Syiah Kuala (kawasan pangoe) wisata kuliner begitu juga dengan daerah lain tertata dengan rapi jika sudah ada Qanun.

Bacaan Lainnya

Pentingnya Qanun menurut Ketua DPRK Banda Aceh, karena potensi wisata halal cukup menjanjikan jika desain sedemikian rupa dan ini menjadi pemasukan PAD Kota dan pengunjungpun ada kepastian hukum selama berada di Kota Banda Aceh.

Untuk mewujudkan lahirnya Qanun tersebut, Ketua DPRK dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan pihak eksekutif untuk membicarakan masalah regulasi wisata halal, terutama dalam membuat konsep tentu harus sama persepsi antara eksekutif dengan legislatif, sebutnya. (*)

Pos terkait