Kilang Padi Berkapasitas 5 Ton Per Jam di Abdya Mulai Berproduksi

  • Whatsapp
tanoh breueh sigupay

BLANGPIDIE – Aceh Barat Daya (Abdya) sejak lama dikenal sebagai Tanoh Breueh Sigupay yang menghasilkan beras dengan aroma yang khas.

Meskipun beras Sigupay sudah langka ditanam di Abdya, tetapi ikon kabupaten sebagai penghasil beras terbanyak di Aceh masih bisa dipertahankan.

Bacaan Lainnya

Hampir di setiap desa di wilayah Abdya ada kilang padi sebagai bukti massif-nya produksi beras. Di antara ratusan kilang yang tersebar ternyata ada sebuah pabrik penggilingan beras dengan skala sangat besar dengan kapasitas produksi bisa mencapai 5 ton per jam.

Selain besar, Pabrik (Kilang-red) ini juga bekerja secara semi otomatis. Dengan luas bangunan sekitar 1.000 m2, pabrik yang berlokasi di Gampong Alue Peunawa, Kecamatan Babahrot, Abdya tersebut bisa dikerjakan oleh hanya 3 sampai 4 orang operator saja.

Padi hasil dari sawah bisa langsung masuk ke mesin pengering, tidak perlu penjemuran lalu masuk ke mesin pengayak sampah, gabah kering giling selanjutnya naik ke mesin penggilingan pertama, lalu beras berjalan sendiri naik-turun sampai betul-betul bersih, sehingga berakhir di mesin timbangan yang sudah disetting seberapa berat bersih yang akan masuk kemasan. Beras baru turun masuk ke gudang setelah kemasan dijahit dengan rapi.

Pada April 2019 ini pabrik milik pengusaha setempat Yasin baru memasuki tahapan ujicoba produksi. Menurut Agan teknisi yang mengerjakannya, proses instalasi memakan waktu sekitar empat bulan dengan sebagian besar mesin didatangkan dari wilayah Jawa Timur sedangkan mesin penunjang dirancang dan dirakit sendiri oleh teknisi.

“Proses instalasi selesai sekitar empat bulan. Biaya investasi ditaksir mencapai Rp. 2 Milyar termasuk bangunan.” Ungkap Agan yang warga Subang, Jawa Barat menjelaskan.

Sementara Bang Buyung sebagai pengelola mengaku beras hasil produksinya sudah dikirim ke beberapa daerah seperti Kota Subulussalam dan Kabupaten Singkil.

“Alhamdulillah beras kita bisa diterima oleh konsumen. Pemasaran baru sampai ke Singkil. Sedangkan bahan baku padi saat ini masih didatangkan dari Lamno, Aceh Jaya karena di Abdya belum masuk musim panen.” Terangnya.

Pos terkait