Kim Jong-un Tak Ingin Anaknya Menanggung Beban Senjata Nuklir

  • Whatsapp
pimimpin korut kim jong un

Kanalinspirasi.com, Hanoi – Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Pompeo bahwa dia tidak ingin anak-anaknya hidup dengan beban senjata nuklir sepanjang hiidup mereka. Ucapan Kim itu diungkap mantan perwira CIA yang terlibat dalam diplomasi tingkat tinggi atas senjata-senjata Korea Utara.

Kim membuat komentar pribadi yang langka kepada Pompeo selama diplomat Amerika itu berkunjung ke Pyongyang pada April tahun lalu. Kunjungan Pompeo itu untuk meletakkan dasar bagi pertemuan puncak bersejarah pertama antara Kim Jong-un dengan Presiden AS Donald Trump pada Juni di Singapura.

Bacaan Lainnya

Mantan pejabat CIA Andrew Kim membeberkan keinginan pribadi Kim Jong-un tersebut sebagaimana dilaporkan kantor berita Yonhap dan Wall Street Journal, Sabtu (23/2/19).

“Saya seorang ayah dan seorang suami. Dan saya punya anak,” kata Kim Jong-un kepada Pompeo yang dituturkan Andrew. Jawaban itu muncul ketika pemimpin muda Korea Utara itu ditanya apakah dia bersedia mengakhiri program senjata nuklirnya.

“Dan saya tidak ingin anak-anak saya membawa senjata nuklir di punggung mereka sepanjang hidup mereka,” lanjut Kim yang masih dituturkan Andrew. “Itulah jawabannya,” imbuh Andrew.

Andrew membeberkan keinginan pribadi Kim Jong-un itu dalam sebuah pidato hari Jumat di Pusat Penelitian Asia Pasifik Universitas Stanford, di mana ia menjadi pembicara tamu.

Sebelum pensiun dari CIA, Andrew Kim mendirikan Korea Mission Center, pada April 2017, dan menemani Pompeo—yang saat itu direktur CIA—ke Pyongyang tahun lalu.

Dalam pertemuan puncak atau KTT Singapura, Kim dan Trump berjanji untuk bekerja menuju perdamaian antara kedua negara dan mewujudkan denuklirisasi semenanjung Korea.

Tetapi sedikit kemajuan yang telah dibuat sejak saat itu dan mereka akan bertemu lagi di Hanoi pada hari Rabu dan Kamis mendatang. Mereka diharapkan akan fokus pada langkah-langkah apa yang mungkin diambil Korea Utara menuju denuklirisasi, sebagai imbalan atas konsesi AS.

Mantan perwira CIA itu mengatakan Kim Jong-un menyatakan keinginan kuat untuk meningkatkan hubungan dengan Amerika Serikat sebagai cara untuk membangun kepercayaan di antara mereka, yang menurutnya diperlukan untuk mengakhiri program senjata nuklir.

Mengutip kantor berita TASS, Kim Jong-un telah meninggalkan Pyongyang dengan kereta api untuk kunjungannya ke Vietnam pada Sabtu sore.

Sumber: Sindonews.com

Pos terkait