Komisi V DPRK Aceh Utara Minta Pemerintah Tambah Alat Pendukung Tangani Virus Corona di RSU Cut Meutia

  • Whatsapp
rsucm aceh utara https://analisaaceh.com/tgk-nazaruddin-mendukung-penuh-pembinaan-pemain-sepakbola-aceh-utara/
Anggota Komisi V DPRK Aceh Utara meninjau kesiapsiagaan Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara, sebagai rumah sakit rujukan yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan RI, untuk penanganan virus corona atau COVID-19, di Lhokseumawe, Senin (16/3). Kanal Inspirasi/Rahmat Mirza

ACEH UTARA – Terkait antisipasi virus corona, anggota komisi V DPRK Aceh Utara meninjau kesiapsiagaan Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara, sebagai rumah sakit rujukan yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan RI, untuk penanganan virus corona atau COVID-19, di Lhokseumawe, Senin (16/3).

Peninjauan itu, turut hadiri Sekretaris Komisi V Zulkarnaini, anggota komisi V Tgk Nazaruddin, Saifuddin, Iskandar, dan Hj. Nurmalia.

Bacaan Lainnya

Kunjungan Anggota Dewan Komisi V DPRK Aceh Utara di dampingi Direktur RSUCM drg. Nurhaida, Humas RSUCM Jalaluddin, dan Wakil Ketua Tim Penanganan virus corona (COVID-19) dr. Abdul Mukti, mengecek kesiapan sejumlah penambahan ruangan isolasi yang telah disediakan pihak RS untuk penanganan pasien virus corona.

Anggota Komisi V DPRK Aceh Utara, Tgk Nazaruddin mengatakan, kunjungan tersebut melihat segi teknis, fasilitas dan kesiapan Rumah Sakit Cut Meutia yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan untuk penanganan kasus Corona. Fasilitas yang tersedia pun masih sangat minim, dan walaupun secara tahap awal sudah ada lokasi yang memang dipersiapkan secara baik.

“Maka kita mendesak kepada pemerintah mulai dari Pemerintah Pusat, Provinsi hingga Pemkab Aceh Utara, untuk dapat menyediakan, segera merealisasi alat pelindung diri (APD), dan hal-hal teknis yang memang dibutuhkan untuk kebutuhan RSUCM dalam menanggulangi pasien dari virus corona itu apabila ada warga yang terjangkit nantinya,” kata Nazar.

Di sisi lain Nazar melihat Sumber Daya Manusia (SDM) di RSUCM sudah maksimal, ada dokter-dokter yang memang ahli di bidangnya dari rumah sakit tersebut. “Tapi masih diperlukan penambahan alat-alat kesehatan, ini harus ditindaklanjuti pihak pemerintah. Karena peralatan untuk penanganan virus corona itu berbeda dengan alat-alat penanganan kesehatan lainnya, maka pemerintah harus serius dalam menanggapi hal itu,” harapnya.

Nazar juga menyarankan agar Pemkab Aceh Utara membentuk tim gugus tugas untuk menanggulangi virus corona. Selain itu, pihak Dinas Kesehatan maupun Puskesmas juga harus lebih aktif untuk mensosialisasikan terhadap penanggulangan virus corona kepada masyarakat.

Menanggapi hal itu Wakil Ketua Tim Penangangan COVID-19 Rumah Sakit Cut Meutia, dr. Abdul Mukti menjelaskan, untuk antisipasi bahwa pihaknya merombak ruang kelas II RSUCM menjadi ruang isolasi penanganan kasus virus corona.

“Ada 8 ruangan dan nantinya akan dirubah satu diantaranya menjadi ruang triase dan satu lagi untuk ruang jenazah, sedangkan lainnya dijadikan ruang inap apabila ada pasien dalam pengawasan (PDP) virus Corona COVID-19,” jelas dr. Mukti.

Tapi katanya, memang ada kendala-kendala yang dihadapi terkait fasilitas, peralatan dan alat pelindung diri. Sebelumnya hanya menyediakan satu fasilitas untuk satu ranjang yaitu ada ventilator dan monitor. Ia berharap agar Pemerintah melengkapi alat yang dibutuhkan terhadap ruang isolasi.

Sementara itu, alat pelindung diri masih kurang. Ada bantuan dari Pemerintah Aceh sekitar 30 set, itu kalau misalnya ada masuk pasien dalam pengawasan (PDP) virus Corona, maka dalam satu hari bisa menghabiskan 15 set APD. Karena setiap yang masuk ke dalam ruang isolasi itu harus memakai satu set APD, dan APD itu sekali dipakai harus dibuang.

“Jadi, apabila ada masuk satu orang pasien itu saja, maka APD itu diperkirakan dalam dua hari sudah habis, karena satu set APD tersebut lengkap semuanya untuk pelindung diri. RSUCM sudah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan terkait penanganan virus corona, kita sangat berharap kepada pemerintah untuk dapat melengkapi peralatan dalam melayani pasien tersebut,” pungkas dr. Mukti. (*)

Pos terkait