Konser Base Jam Dihentikan Massa Saat Penutupan Aceh Kuliner Festival

  • Whatsapp
base jam berakhir ricuh
Grup Band Base Jam. Foto: Ist

BANDA ACEH – Seremoni penutupan Aceh Culinary Fetival (ACF) atau Fetival Kuliner Aceh di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu malam (7/7), berakhir ricuh. Sekelompok massa menghentikan acara pamungkas yang menampilkan pertunjukan konser group musik asal ibukota, Base Jam.

Pantauan Kanalinspirasi.com, suasana masih kondusif saat penampilan group musik asal Aceh, Seuramoe Reggae. Hingga giliran Base Jam tampil membuka dengan lagu Aceh Bungong Jeumpa, situasi mulai berubah.

Bacaan Lainnya

Peu malee Aceh (mempermalukan Aceh),” terdengar teriakan dari beberapa penonton.

Kondisi mulai tidak terkendali saat Base Jam melanjutkan penampilan dengan tembang kedua. Puluhan massa merangsek ke arah panggung dan meminta pertunjukan dihentikan.

Panitia dan personil kepolisian di lokasi tidak berdaya meredam keinginan massa tersebut. Bahkan Kepala Dinas Pariwisata Aceh Jamaluddin juga terlihat berusaha menenangkan massa.

Menghindari kondisi semakin ricuh, panitia dan manajemen Bass Jam memutuskan tidak melanjutkan konser band nasional itu.

Pasca kejadian, pihak kepolisian menyatakan akan mendalami kasus ini dengan memintai keterangan sejumlah saksi.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Trisno Riyanto menjelaskan bahwa sesungguhnya acara itu bukanlah konser, namun rangkaian dari agenda resmi Pemerintah Aceh di mana leading sektornya adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.

“Sudah ada dialog antara Disbudpar Aceh kelompok itu, kalau tidak salah di bawah pimpinan Umar Rafsanjani. Jadi sudah ada beberapa kesepakatan. Sebelumnya ada juga pernyataan-pernyataan yang muncul di media sosial soal rencana pembubaran. Kita sebagai aparat keamanan, sudah memanggil pemilik akun media sosial tersebut, supaya jangan memprovokasi,” ungkap Trisno seperti dikutip dari BeritaKini.co, Senin (8/7).

Menurutnya, karena ini adalah kegiatan pemerintah Aceh, maka jika dalam pelaksanaan acara tersebut ada hal yang bertentangan dengan syariat Islam, bisa dibicarakan melalui Dinas Syariat Islam.

Terkait adanya aksi pengrusakan hingga dugaan penganiayaan dalam aksi pembubaran oleh massa tersebut, Kapolres menyatakan akan memanggil sejumlah saksi dari panitia, EO termasuk dari kelompok massa.

“Kita sebagai aparat tetap melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan saksi, kalau terbukti ada tindak pindana, kita tindak,’’ tegas Kapolres. (*)

Pos terkait