Korupsi Dana Desa, Dilimpahkan Ke Kejari Aceh Utara

  • Whatsapp
Tim Kejaksaan Negeri Aceh Utara membawa mantan Geuchik Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Meurah Mulia terkait kasus Korupsi dana desa, penahanan untuk 20 hari kedepan dan dititipkan di Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Selasa (23/2/2021).

ACEH UTARA – Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe melimpahkan berkas perkara korupsi dana desa oleh mantan Geuchik Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Meurah Mulia ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara.

“Iya benar, kita sudah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti tahap ke dua tindak Pidana korupsi oleh penyidik Polres Lhokseumawe dilakukan oleh SA (52) mantan Geuchik Gampong Meunasah Mee,” kata Kajari Aceh Utara, Pipuk Firman Priyadi kepada awak media, Selasa (23/2/2021).

Bacaan Lainnya

Kajari Aceh Utara, Pipuk Firman Priyadi.

Pipuk menyebutkan terdakwa melakukan korupsi dana desa sebesar Rp 740.900.000 tahun 2017 dan Rp 652.471.000 tahun 2018. Menurut keterangan terdakwa, uang tersebut digunakan untuk keperluan pribadinya.
Setelah dilakukan pemeriksaan, pihaknya mengeluarkan surat perintah penahanan untuk 20 hari kedepan dan dititipkan di Lapas Kelas IIB Lhoksukon.

Sambil menunggu tujuh hari kedepan dan setelah surat dakwaan untuk dilimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh, sehingga dapat mempercepat penyelesaian pembuktian dan penuntutan di Pengadilan.

Korupsi Dana Desa, Mantan Geuchik di Aceh Utara Dilimpahkan Ke Kejaksaan Negeri.

Pipuk juga mengatakan, terdakwa dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 3 UU RI No.31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. []

Pos terkait