Korupsi Proyek Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Simeuleu Rp 5,7 Miliar, Lima Pegawai PUPR Dijebloskan Penjara

  • Whatsapp
Jaksa Kejati Aceh menerima barang bukti kerugian negara yang dikembalikan senilai Rp 1,4 milliar pada Jumat (29/1/2021) di ruang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Aceh. Selain uang tunai, Jaksa juga menerima sejumlah dokumen sebagai barang bukti.

BANDA ACEH – Terkait kasus korupsi proyek pemeliharaan jalan dan jembatan di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Simeulue tahun anggaran 2017, Lima Pegawai Dinas PUPR Simeulue diserahkan oleh Kejaksaan Negeri Simeulue kepada Kejaksaan Tinggi Aceh di Banda Aceh, Jumat (29/1/2021).

Kelima tersangka menjalani pemeriksaan di ruang Tindak Pidana Khusus Kejati Aceh.

Bacaan Lainnya

Kepala Kejaksaan Negeri Simeulue Muhammad Ansar Wahyudin didampingi Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Aceh R. Raharjo Yusuf Wibisono di Kantor Kejati Aceh, Jumat (29/1) mengatakan, Jaksa telah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) dengan pengembalian kerugian keuangan negara sebesar Rp.1.416.000.000,- (satu milyar empat ratus enam belas juta rupiah) dalam perkara dugaan korupsi kegiatan pemeliharaan jalan dan jembatan pada Dinas PUPR yang bersumber dari dana APBK Kabupaten Simeulue TA. 2017 dengan pagu anggaran sebesar Rp. 10.790.000.000,-.

Berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan Provinsi Aceh mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 5.710.978.707.13,-.

Adapun pegawai Dinas PUPR yang ditetapkan sebagaiĀ  tersangka yaitu berinisial AL sebagai PPK, AH sebagai KPA, IW pejabata pengadaan dan PHO, DA sebagai PPTk, dan BF sebagai PPK.

“Kelimanya diancam pidana dalam Pasal 2 jo Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) huruf a, b, ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana,” tegas M Ansar.

Kelima tersangka dengan menggunakan baju tahanan warna orange dibawa menggunakan mobil tahanan ke Rutan Kaju Aceh Besar, Jumat (29/1/2021).

Untuk saat ini kelima tersangka telah ditahan di Rutan Kajhu, Kabupaten Aceh Besar. []

Pos terkait