Kotak Hitam Pesawat yang Jatuh di Iran Dikirim ke Ukraina

  • Whatsapp
kotak hitam pesawat ukraina
Black Box Atau yang biasa disebut Kotak Hitam Pesawat, Alat ini digunakan untuk merekam aktivitas pesawat terbang. Foto : Ist

TEHERAN – Kotak hitam pesawat maskapai Ukraina yang ditembak jatuh militer Iran secara tidak sengaja bulan ini, akan dikirim ke Ukraina.

Laporan itu diungkap kantor berita Tasnim setelah sebelumnya Iran menyatakan hendak mengunduh data kotak hitam itu di Teheran.

Bacaan Lainnya

Pengiriman kotak hitam itu ke luar Iran berarti Teheran membuka peluang bagi investigasi internasional terlibat dalam penyelidikan insiden tersebut.

Tragedi penembakan pesawat yang menewaskan 176 orang itu memicu unjuk rasa di Iran. Publik menuduh pemerintah menutupi kasus itu sebelum akhirnya mengakui melakukan kesalahan dengan menembak jatuh pesawat tersebut.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyatakan memberikan dukungan pada Garda Revolusi yang mengaku secara tak sengaja menembak jatuh pesawat itu.

Penembakan pesawat Ukraina itu terjadi setelah Iran meluncurkan rudal ke target Amerika Serikat (AS) di Irak sebagai pembalasan atas tewasnya komandan Iran Qassem Soleimani dalam serangan drone AS.

“Musuh-musuh kita senang bahwa mereka menemukan alasan untuk merusak Garda, pasukan militer dan sistem kita,” ujar Khamenei dalam khotbah Jumat pertamanya dalam beberapa tahun terakhir.

Dia memuji Garda Revolusi yang melindungi Iran dan menyerukan agar tentara AS meninggalkan wilayah itu.

Khamenei menegaskan, aktivitas Soleimani akan berlanjut dan Pasukan Quds yang dia pimpin diperintahkan melindungi bangsa-bangsa yang ditindas di penjuru wilayah.

Dia menyatakan para tentara Pasukan Quds adalah pejuang tanpa perbatasan.

Perwakilan khusus untuk Iran Departemen Luar Negeri AS Brian Hook menyatakan ancaman Iran itu membuat Teheran semakin terisolasi.

Namun Rusia memberikan dukungan pada Iran terkait musibah maskapai itu. Menurut Rusia, pesawat itu ditembak jatuh saat Teheran waspada dengan laporan jet tempur siluman AS di wilayah itu.

“Saya ingin menekankan kegelisahan yang selalu menyertai situasi tersebut,” papar Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Pos terkait