KRI Todak-631 Sandar di Pelabuhan Asean, Krueng Geukueh

  • Whatsapp
kri todak-631
Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Todak-631, kapal perang jenis Kapal patroli cepat kelas bersandar di Pelabuhan Asean, Krueng Geukueh, Aceh Utara, Sabtu (7/11/2020). KRI Todak diperlengkapi perangkat perang elektronik DR-3000 intercept dan peluncur Dagie decoy RL untuk pengecoh rudal musuh. Kanal Inspirasi/Rahmat Mirza

ACEH UTARA – Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Todak-631 bersandar selama empat hari di Pelabuhan Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Senin (9/11).

Komandan KRI Todak-631, Letkol Laut (P) Anro Casanova mengatakan, pihaknya sebagai salah satu unsur gugus keamanan laut jajaran Koarmada 1. Jadi, fokusnya pengamanan sektor dari Sabang sampai perairan Tanjung Balai Asahan.

Bacaan Lainnya

“Kita juga melakukan pengecekan teknis seluruhnya di KRI ini. Termasuk juga kalau kita memang membutuhkan sparepart atau suku cadang peralatan teknis kapal, jika memang harus dikirim dari luar daerah maupun sekitarnya, itu kan butuh waktu juga. Tapi pada dasarnya dalam jangka waktu empat hari kita harus siap bergerak lagi untuk melakukan operasi laut khususnya di wilayah perbatasan,” kata Anro Casanova.

Komandan KRI Todak-631, Letkol Laut (P) Anro Casanova.

Anro Casanova juga menjelaskan, khusus di perairan Aceh ada tiga hal yang harus diawasi. Pertama, pengungsi Rohingya atau ilegal imigran, aktivitas penyulundupan barang-barang ilegal dan termasuk narkotika, serta penangkapan ikan secara ilegal.

“Karena di perairan Selat Malaka itu ada semacam perjanjian antara Pemerintah RI dan Malaysia, terkait dengan aturan areal yang belum disepakati. Tapi sejauh ini kita belum mendapatkan atau mendeteksi aktivitas tersebut,” ujar Casanova.

Namun, lanjut Casanova, apabila nantinya ada terdeteksi hal yang mencurigakan maka pihaknya akan melakukan upaya-upaya untuk menindaklanjutinya, pungkas Anro Casanova. (mad)

Pos terkait