Kronologi Pembunuhan Remaja di Surien, Kapolresta: Berawal Salah Paham

  • Whatsapp
Salah Paham awal pembunuhan
Konferensi Pers Kasus Pembunuhan AA di Surien oleh 7 remaja di Mapolresta Banda Aceh, Rabu (14/8). Foto: Ist

BANDA ACEH – Salah paham menjadi sebab awal penganiayaan yang berujung pada meninggalnya Aris Ananda (17), warga Gampong Jawa, Banda Aceh, yang jenazahnya di temukan warga mengapung di irigasi Krueng Neng, Gampong Surien, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Senin (12/8) lalu.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Trisno Riyanto menyampaikan polisi telah mengamankan tujuh orang, yang diduga pelaku penganiayaan terhadap Aris Ananda, hingga korban meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

Baca Juga : Identitas Mayat di Surien Terungkap, Dugaan Sebab Kematian Mengejutkan

Para pelaku yang telah ditangkap yakni SS Alias Bulek (17), warga Desa Tanjong Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, AH (17), warga Desa Lam Lumpu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, K Alias Vijay (18), warga Desa Blang Oi, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, MI, (16) warga Desa Lamgaboh,Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, M, (16) warga Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, MH, (15) Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. R (15) tahun, Warga Ajuen Jeumpet, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.

Baca Juga : Kasus Pembunuhan di Surien, Polisi Amankan Tujuh Remaja

Pihak kepolisian juga berhasil mengamankan 3 (tiga) unit sepeda motor milik para pelaku diantaranya Yamaha Jupiter MX Warna Hitam Nomor Polisi BL 6560 JO, Honda Beat warna Putih Nomor Polisi BL 4654 AB dan Honda CBR warna Merah BL 4286 LAV.

“Kematian Aris Ananda berawal dari salah paham antara MI alias Sibat yang merupakan salah seorang pelaku yang sudah diamankan, dengan teman korban bernama Bobi,’’ ungkap Kombes Trisno Riyanto, dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Rabu sore (14/8).

Kapolresta Banda Aceh Kombes Trisno Riyanto Sik dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Rabu sore (14/8). kasus pembunuhan remaja di Surien. Foto: Ist

Kapolresta menuturkan kronologi kejadian, hari Minggu (11/8) sekitar pukul 21.30 wib tersangka MI Alias Sibat memerintahkan tersangka MH dan saksi Bintang untuk menjemput saksi Bobi beserta korban Aris Ananda dan membawanya ke taman waduk Krueng Neng, Desa Asoe Nanggroe, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.

Sesampainya saksi Bobi dan korban Aris Ananda di taman waduk Krueng Neng, selanjutnya pelaku MI alias Sibat langsung melakukan penganiayaan terhadap saksi Bobi dengan dibantu oleh 3 (tiga) orang pelaku lainnya, adapun ketiga pelaku masing- masing AA alias Si Cek, SS alias Bule dan K alias Vijay..

Setelah melakukan penganiayaan terhadap saksi Bobi, tambah Kapolresta, selanjutnya pelaku MI Alias Sibat juga melakukan penganiayaan terhadap korban Aris Ananda dengan cara menendang dan memukul kepala korban. Kemudian keempat pelaku lainnya yaitu AA alias Si Cek, SS alias Bule, MH dan M secara bergantian melakukan penganiayaan terhadap Aris Ananda, tanpa perlawanan dari korban.

Belum selesai sampai disitu, ketika saksi Bobi dan korban Aris Ananda berniat pergi meninggalkan taman waduk menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter milik saksi Bobi, kemudian mereka dikejar oleh empat orang pelaku masing-masing R Alias Wak dan pelaku M menggunakan sepeda motor Honda CBR warna Merah, serta pelaku K alias Vijay dan Pelaku SS alias Bule menggunakan sepeda motor Honda Beat warna Putih.

“Dari taman waduk saksi Bobi dan korban Aris Ananda mengarahkan sepeda motor kearah jalan waduk arah ke Desa Surien. Sesampai di jalan dekat pintu air, korban berupaya berbelok kiri namun terjatuh dari atas sepeda motor, sedangkan saksi Bobi terus tancap gas meninggalkan korban Aris Ananda ditempat kejadian,” lanjut Trisno.

Setelah terjatuh dari sepeda motor, lalu korban Aris Ananda berlari kearah saluran air waduk dan masuk bersembunyi didalam saluran air tersebut. Selanjutnya pelaku R Alias Wak dan pelaku M mengejar korban Aris Ananda kearah saluran air, sedangkan Pelaku K alias Vijay dan pelaku SS mengejar saksi Bobi.

Dan ketika pelaku R Alias Wak dan pelaku M mencari keberadaan korban Aris Ananda di sekitar saluran air dan awalnya mereka tidak berhasil menemukan keberadan korban, karena gelap tidak ada penerang selanjutnya tersangka M menyalakan senter dengan menggunakan handphone milik pelaku R alias Wak.

Beberapa saat kemudian pelaku M kembali mencari korban Aris Ananda dengan menyusuri pinggiran saluran air dan berhasil menemukan korban Aris Ananda yang pada saat itu sedang bersembunyi merunduk. Kemudian R alias Wak langsung menghampiri korban Aris Ananda dan menginjak kepala serta bahu korban, sehingga tubuh korban tenggelam kedalam air selama lebih kurang 10 menit.

“Sebenarnya korban sempat berusaha melawan namun tidak kuat dikarena kondisi korban telah lemas,” jelas Trisno lagi.

Selanjutnya pelaku R alias Wak keluar dari saluran, sedangkan korban Aris Ananda tenggelam tidak lagi terlihat di permukaan air. Keterangan tersebut berdasarkan keterangan tersangka M yang melihat langsung penganiayaan tersebut.

Selanjutnya pada hari Senin, (12/8) sekitar pukul 11.00 Wib jasad korban ditemukan terapung disaluran air waduk oleh warga yang sedang memancing ikan diarea waduk dan selanjutnya melaporkan ke pihak kepolisian.

”Korban mengalami lembam pada bagian punggung, luka bengkak pada kepala sebelah kanan, luka robek pada pipi sebelah kanan dan sebelah kiri, mulut korban mengeluarkan busa tanda bahwa korban kehabisan oksigen disebabkan paru paru korban dipenuhi air,” tutup Kapolresta. (*)

Pos terkait