KSAL Yudo Margono, Komando Tiga Matra hingga Darurat Corona

  • Whatsapp
Laksamana Yudo Margono resmi menjabat sebagai KASAL. Antara Foto/M Risyal Hidayat

JAKARTA – Laksamana Yudo Margono resmi menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL). Ia dilantik Presiden Joko Widodo bersama Marsekal Fadjar Prasetyo sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), di Istana Negara, Jakarta, Rabu (20/5).

Sebelum jadi KSAL, Yudo adalah Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahan (Pangkogabwilhan) I. Jadi orang nomor satu di Angkatan Laut Yudo menggantikan posisi Laksamana Siwi Sukma Adji, yang memasuki masa pensiun. Ia pun resmi menyandang bintang empat dengan pangkat Laksamana.

Yudo belakangan ini kerap memberikan informasi soal corona. Dari mulai karantina WNI di Pulau Natuna, kesiapan Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau dan Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.

Sebagai Pengkogabwilhan, Yudo memang membawahi tiga matra untuk wilayah Sumatera, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat hingga Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Yudo menyampaikan informasi jumlah pasien per hari, perkembangan fasilitas, hingga dipercaya Panglima TNI Hadi Tjahyanto mengakomodasi pasukan dari satuannya.

Yudo juga memimpin operasi evakuasi WNI ABK Grand Princess ke Pulau Natuna dan operasi evakuasi WNI ABK Diamond Princess ke Pulau Sebaru. Pria kelahiran Madiun 26 November 1965 itu pun pernah memimpin pengendalian operasi siaga tempur terkait pelanggaran batas wilayah di laut Natuna Utara pada Januari 2020.

Operasi itu dilakukan selang beberapa bulan setelah Yudo dilantik sebagai Pangkogabwilhan I.

Belum Lama Jabat Pangkogabwilhan I

Yudo dilantik menjadi Pangkogabwilhan I pada bulan September 2019. Dengan demikian, ia belum genap setahun memegang jabatan tersebut. Yudo adalah lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke XXXlII/tahun 1988. Ia mengawali karir sebagai Asisten Perwira Divisi (Aspadiv) Senjata Artileri Rudal di KRI YNS 332.

Kemudian Yudo pernah menjadi Kadep Ops di KRl Ki Hajar Dewantara 364, kemudian di KRI Fatahmah 361 sebagai Palaksa. Atas pengalamannya menjadi awak di KRI tersebut, Yudo akhirnya dipercaya menjadi komandan di beberapa KRI, yakni KRI Pandrong 801, KRI Sutanto 877, dan KRI Ahmad Yani 351.

Karier Yudo terus merangkak naik. Sebelum menjadi Pangkogabwilhan I, ia menduduki berbagai jabatan, mulai dari Kepala Staf Koarmabar, Pangkolinlamil, Pangarmabar, dan Pangarmada I.

Yudo juga menorehkan beberapa prestasi seperti Bintang Jalasena Nararya, Satya Lencana Kesetiaan VIII, XVl dan XXN, Satya Lencana Dwidya Sistha, Kebaktian Sosial, Wira Dharma, Wira Nusa dan Dharma Nusa. (cnn indonesia)

  • Whatsapp

Pos terkait