Kuartal III Ekonomi Indonesia Negatif

  • Whatsapp
Ilustrasi. Foto : detik.com

JAKARTA – Secara teknikal, resesi ekonomi terjadi bila pertumbuhan ekonomi dalam dua kuartal berturut-turut mengalami pertumbuhan negatif secara tahunan. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan di tahun ini resesi ekonomi akan terjadi karena kondisi di kuartal III-2020.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2020 sebesar 2,97% year on year (yoy). Kemudian, di kuartal II-2020 -5,32% yoy. Dus, resesi ekonomi akan ditentukan oleh realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020.

Bacaan Lainnya

Setelah melalui dua bulan di periode kuartal III-2020, Menkeu Sri Mulyani akhirnya angkat bicara bahwa ekonomi Indonesia tidak bisa menahan resesi ekonomi di tahun ini.

“Di kuartal III-2020 ekonomi Indonesia masih mengalami negative growth, bahkan di kuartal IV-2020 masih dalam zona sedikit di bawah netral,” ujar Menkeu Sri Mulyani dalam Rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Rabu (2/9).

Menkeu menegaskan tahun ini memang jadi periode yang berat bagi ekonomi Indonesia baik dari sisi konsumsi, investasi, maupun perdagangan.

Sampai dengan akhir tahun 2020, Menkeu memprediksi ekonomi Indonesia berada di rentang minus 1,1% sampai 0,2%.

Asumsi Menkeu, bila ekonomi Indonesia berada di level 0,2% tahun ini, maka sudah terjadi recovery di kuartal III-2020 dan kuartal IV-2020 dari realisasi di kuartal II-2020.

Sementara itu, di tahun depan Menkeu perkirakan pertumbuhan ekonomi di rentang 4,5%-5,5%. Hal tersebut didasarkan pada momentum pemulihan terjaga meskipun ketdiakpastian Covid-19 masih terjadi.

Namun, tahun depan pun diprediksi belum sepenuhnya pulih, hal tersebut tergantung dari penanganan pandemi di semester II-2020.

Pos terkait