Kuasai Tujuh Bahasa, Kopda Hardius Rusman Jadi Pemandu Istri Atase Militer 22 Negara

  • Whatsapp
Kopda Hardius Rusman dampingi istri Etase Militer
Kopral Dua (Kopda) Hardius Rusman mendampingi Rombongan Istri Atase Militer 22 Negara ke Aceh. foto: Serambinews.com

BANDA ACEH – Kemampuan menguasai berbagai bahasa Internasional membuat Kopral Dua (Kopda) Hardius Rusman, mendapat tugas khusus dalam kunjungan rombongan Etase Militer dunia ke Aceh.

Prajurit TNI jajaran Kodam Iskandar Muda ini dipercaya mendampingi rombongan istri dan keluarga atase militer dari 22 negara, mengunjungi berbagai tempat di Banda Aceh.

Bacaan Lainnya

“Saya mendapat perintah langsung dari Aspes Kodam IM untuk mendampingi rombongan istri atase militer,’’ kata Kopda Hardius Rusman saat menemani rombongan berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman, Selasa (6/8) seperti dikutip dari Serambinews.com.

Prajurit TNI Kodam IM yang sudah 14 tahun bertugas di Aceh ini mampu menguasai dengan fasih tujuh bahasa internasional, yaitu Inggris, Prancis, Belanda, Jerman, Italia, Spanyol dan Portugis.

Kopda Hardius Rusman, Prajurit TNI Anggota Kodim 0111/Bireuen, Kodam IM, mampu kuasai berbagai bahasa Internasional. foto: kabarbireun.com

Kemampuan Kopda Hardius Rusman mengusai bahasa asing bukan diperoleh dari pendidikan khusus ataupun pengalaman berkunjung ke berbagai negara dunia.

“Saya hanya belajar melalui medsos. Seperti Google Translate, Facebook, WhatsApp, Messenger dan jejaring sosial lainnya. Berkat aplikasi medsos itu, sekarang saya sudah menguasai tujuh bahasa asing,” ungkap prajurit yang bertugas di Kodim 0111/Bireuen ini, dalam wawancara dikutip dari kabarbireun.com

Kopda Hardius Rusman hanya tamatan SMA dan sebagai anggota TNI AD, pangkatnya juga terendah untuk tingkatan kepangkatan Tamtama Kepala. Ia mengaku hobi belajar bahasa asing memang sudah tumbuh sejak masih duduk di bangku sekolah di kampung halamannya, Desa Padang Kapuk, Kecamatan Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu.

“Sekarang saya sedang mendalami belajar bahasa Arab, kalau bahasa daerah kurang begitu berminat,’’ ujarnya. (*)

Pos terkait