Kyriad Muraya Hotel Gelar Aksi Bersih Masjid Baitul Musyahadah Kupiah Meukutop

  • Whatsapp
Kyriad Muraya Bersih Masjid Baitul Musyahadah
Karyawan Kyriad Muraya Hotel Aceh dalam aksi Bersih Masjid Baitul Musyahadah, Sabtu (28/9)

BANDA ACEH – Masjid Baitul Musyahadah menjadi tujuan kedua aksi bersih yang digelar Manajemen Kyriad Muraya Hotel Aceh, setelah pekan lalu dilaksanakan di makam Syiah Kuala.

General Manager Kyriad Muraya Hotel, Bambang Pramusinto menyebut aksi ini merupakan aksi pekan kedua dari kegiatan bertajuk Cleaning Beach and Mosque atau bersih Pantai dan Masjid yang digelar dalam rangka HUT kedua Hotel bintang empat tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kita memilih masjid ini karena merupakan salahsatu  ikon destinasi wisata reliji kota Banda Aceh yang ramai dikunjungi wisatawan,” sebut Bambang saat memimpin langsung aksi bersih, Sabtu (28/9), di masjid yang terkenal dengan sebutan Mesjid Kupiah Meukeutop atau Mesjid Teuku Umar itu.

Aksi bersih dilaksanakan sejak pukul 07.00 pagi diikuti karyawan hotel bekerjasama dengan Badan Kemakmuran Mesjid Baitul Musyahadah. Aksi pembersihan meliputi toilet dan pekarangan masjid.

Banyaknya sampah terutama sampah plastik, kata Bambang, dikarenakan jumlah tempat sampah yang tersedia tidak sebanding dengan luasnya area. Selain itu juga masih kurangnya kesadaran pengunjung untuk menjaga kebersihan pekarangan masjid.

“Gerakan ini juga menjadi kampanye bagi masyarakat kita untuk melakukan hal yang sederhana yaitu membuang sampah pada tempatnya, tentu pengunjung akan lebih nyaman dengan pekarangan masjid yang bersih,” ujar Bambang.

Selain melakukan gotong-royong, pada kegiatan tersebut pihak manajemen Kyriad Muraya Hotel juga menyerahkan bantuan untuk pembangunan masjid.

Aksi bersih ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan setiap Sabtu hingga bulan November mendatang, menyambut Anniversary yang kedua Kyriad Muraya Hotel.

“Bakti sosial bersih pantai dan masjid ini merupakan bentuk tanggung jawab pihak hotel terhadap lingkungan dan mendukung pariwisata di kota Banda Aceh,” sebut Bambang.

Dalam dua tahun beroperasi di kota Banda Aceh, Kyriad Muraya Hotel Aceh telah mendukung sektor pariwisata di Aceh dengan menyediakan tempat penginapan yang nyaman bagi wisatawan. Hotel berlantai 8 ini juga kerap dipilih menjadi tempat pelaksanaan berbagai acara besar baik kegiatan pemerintahan dan event lainnya.

Letaknya yang strategis di kawasan simpang lima yang merupakan pusat kota Banda Aceh, juga menjadi faktor hotel ini menjadi pilihan pengunjung karena mudah diakses dari berbagai lokasi.

“Pelayanan dan kenyamanan bagi tamu merupakan prioritas utama Kyriad Muraya Hotel, tentunya dengan tetap menjaga nama baik Aceh yang melaksanakan Syariat Islam,” ujar Bambang.(*)

Pos terkait