Listrik Sering Padam, Anggota DPRK Aceh Utara Datangi Kantor PLN Rayon Krueng Geukueh

  • Whatsapp
anggota komisi c dprk aceh utara
Nek Jir, Anggota Komisi C DPRK Aceh Utara.

ACEH UTARA – Anggota Komisi C DPRK (Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten) Aceh Utara, H. Jirwani akrab disapa Nek Jir, pada Rabu (19/2) mendatangi kantor cabang PLN Rayon Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara untuk mempertanyakan penyebab listrik yang sering padam.

“Kedatangan saya mempertanyakan tentang seringnya mati lampu beberapa kecamatan dibawah pelayanan Unit PLN Krueng Geukueh, ini aspirasi masyarakat, jadi saya harus menanyakan hal ini,” kata Nek Jir.

Bacaan Lainnya

Menurut Nek Jir, dalam sepekan terakhir kondisi listrik khususnya di Kecamatan Nisam dan Dewantara kacau akibat pemadaman mendadak tanpa pemberitahuan dari PLN Cabang Krueng Geukueh. Bahkan hari ini sudah empat kali listrik mati dan hidup, sehingga masyarakat terutama yang memiliki usaha geram dan tidak tau sama siapa ingin melaporkan hal tersebut.

Selain itu, Jirwani anggota DPRK dari Fraksi Partai Aceh, juga menanyakan tentang manfaat pabrik Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Arun yang terletak di Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe yang mampu menghasilkan daya listrik 184 Megawatt (MW) itu. “PLTMG itu sebenarnya untuk siapa, dan kenapa gangguan listrik di Medan yang dampaknya ke Aceh,” tanya Jirwani.

Lanjutnya, jika PLTMG itu tidak bermanfaat untuk masyarakat Aceh Utara-Lhokseumawe khususnya dan Aceh umumnya, maka keberadaannya itu harus di pertanyakan jangan sampai Perusahaan di Aceh tapi suplay listriknya ke Medan.

“Ini harus di pertanyakan, karena di Lhokseumawe ada dua perusahaan pembangkit listrik, PLTMG Arun yang yang menghasilkan 184 MW, dan PLTMG Sumba¬≠gut dengan berkapasitas 250 MW,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Nek Jir berharap kepada pemerintah Aceh Utara agar mengevaluasi kembali untung rugi keberadaan proyek industri tersebut dan membuat peraturan agar masyarakat mendapat kompesasi jika pemadamannya melebihi deklarasi Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) PLN.

“Keberadaan perusahaan itu menguntungkan masyarakat Aceh tidak, jika menguntukan kenapa Kita masih bergantungan dengan arus listrik di Medan, dan saya berharap Bupati Aceh Utara membuat peraturan tentang kompesasi yang harus dibayar PLN kepada pelanggan jika listri padam melebihi TMP,” imbuhnya.

Supervisor Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) pada bagian Jaringan PT PLN (Persero) ULP Krueng Geukueh Syukri, meminta maaf karena Manajer Rayon PT PLN Krueng Geukueh tidak berada ditempat karena lagi ada tugas di luar kota dan dia menyebutkan hidup matinya listrik di beberapa kecamatan di wilayah kerjanya karena basih banyak pohon dan daun pelipah yang mengenai kabel listrik.

“Kami akui listrik sering padam hidup, tapi tim kami juga bekerja dengan sepenuh tenaga untuk penormalan arus listrik dan dilapangan banyak kendala terutama ketika ada pohon yang mau di bersihkan masyarakat meminta kompesasi,” ungkap Syukri.

Sementara itu, perlu diketahui, pada Juni 2016 lalu, Presiden Jokowi telah meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Arun di Lhokseumawe. PLTMG Arun merupakan pembangkit listrik yang bisa menyuplai hingga 184 megawatt listrik. Untuk itu, Presiden mengharapkan dengan adanya PLTMG Arun 184 megawatt, kekurangan listrik di daerah selama ini dapat teratasi. (*)

Pos terkait