LKPJ Bupati Pidie Stempel Gubernur Aceh, Tarmizi A Hamid: Ini Kejadian Konyol

  • Whatsapp
stempel gubernur aceh
Tokoh Masyarakat Pidie, Tarmizi A Hamid. Foto: Ist

BANDA ACEH – Pembubuhan cap stempel Gubernur Aceh pada surat pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pidie, yang dibacakan Wakil Bupati Pidie Fadhullah TM Daud di Paripurna DPRK (20/6), masih mengundang komentar dari berbagai pihak.

Karena kejadian ini merupakan sesuatu yang tidak lazim, karena surat yang dikeluarkan pemerintah daerah tingkat Kabupaten, namun berstempel pemerintah Provinsi.

Bacaan Lainnya

Selain pernyataan dari sejumlah tokoh Aceh dan komentar dari netizen di media sosial, tanggapan menyayangkan kejadian ini juga disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Pidie, Tarmizi A Hamid.

Dirinya menyayangkan dan mengaku malu sebagai warga Pedir (sebutan untuk wilayah Pidie) atas kejadian pencantuman stempel gubernur dalam administrasi kabupaten Pidie.

“Saya sebagai putra asli Sama Indra (sekarang Pidie) tentu dalam hal ini merasa malu dengan sikap dan cara-cara pengurus Pedir itu memamerkan kekonyolan kepada Aceh sendiri dan Nusantara umumnya,’’ ungkap Tarmizi kepada Kanalinspirasi.com, Sabtu (23/6) di Banda Aceh.

Ia mengatakan insiden salah stempel ini telah mencoreng “Trah Pedir”, yang dilakukan justru oleh pelaksana administrasi pemerintahan kabupaten. Karena selama ini daerah Pidie dibanggakan dengan segala corak ragam karakterisktik. Namun hari ini, kata Tarmizi, masyarakat Pedir telah dipermalukan oleh sikap dan tindakan yang aneh ini.

“Hari ini kita sebagai warga Pedir terus dibuat malu oleh sikap-sikap yang aneh ini,’’ sebut tokoh Adat, Budaya, Sejarah Aceh asal Pidie ini.

Lebih lanjut Tarmizi menyampaikan bahwa masalah salah stempel sebenarnya masih dapat dikatakan wajar, jika terjadi dalam lingkup administrasi pemerintahan Pidie sendiri. Namun dengan pengecapan stempel Gubernur Aceh pada surat LKPJ Bupati Pidie, benar-benar hal yang aneh yang sangat disesalkan.

“Secara logika kejadian ini tidak masuk akal, tapi sudah terjadi,’’ sebut tokoh yang akrab di panggil Cek Midi ini.

Tarmizi yang lahir di Sigli, Pidie 31 Desember 1966 ini,  juga menyebut dengan kejadian ini Pidie kembali mengukir sejarah yang konyol, sebagai daerah yang hakikinya memiliki trah sendiri yang membanggakan dari masa ke masa. Karena selama ini Pidie dikenal dengan masyarakatnya yang memiliki berbagai macam karakteristik dan  profesi yang membanggakan, baik di Aceh hingga seluruh nusantara.

“Karena kejadian ini, kami masyarakat Pidie di perantauan menjadi bahan olok-olok dan bullyan oleh rakan-rakan dari daerah lain,’’ ujar suami dari Nurul Husna dan ayah tiga anak tersebut.

Dirinya juga berpesan kepada generasi muda Pidie untuk tidak mencontoh kekoyolan ini dan cara-cara bodoh dalam memimpin sebuah pemerintahan.

“Apa yang dilakukan pemerintah Pidie hari ini, tidak sesuai dengan amanah UUD 194. Tidak ikut mencerdaskan bangsa,’’ katanya dengan senyum seperti menyembunyikan rasa sedih dan kecewa.

Saat Kanalinspirasi.com menanyakan, sebagai salah seorang Kolektor lebih dari 500 Manuskript Aceh, apakah ia akan menjadikan pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pidie ini dalam koleksinya?

Tarmizi A Hamid menjawab bahwa masalah salah stempel di Pidie ini kejadian pertama dalam sejarah Nusantara. Ini merupakan kejadian yang tergolong langka dan satu-satunya di Indonesia.

“Ya, pasti. Saya akan memasukkan surat LKPJ Bupati Pidie dalam koleksi sebagai naskah surat unik dan konyol dalam sejarah Aceh, khususnya Pedir,’’ pungkasnya. (*)

Pos terkait