Maling Sepeda Motor Gunakan Kunci T Dibekuk Personil Polsek Kuta Alam

  • Whatsapp
Kapolresta menangkap pelaku pencurian sepeda motor
Polsek Kuta Alam menangkap pelaku pencurian sepeda motor. foto : Humas Polresta

BANDA ACEH –  Personil Polresta Banda Aceh menangkap ML alias Adi (30) warga warga kecamatan Syiah Kuala, atas dugaan pencurian sepeda motor yang dilakukan bulan Juni lalu.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kapolsek Kuta Alam, Iptu Miftahuda Dhiza Fezuono mengatakan, pelaku ditangkap personel Polsek Kuta Alam di wilayah gampong Lampulo, Sabtu (27/7).

Bacaan Lainnya

“Pelaku ditangkap personel Polsek Kuta Alam saat melintas di wilayah Kecamatan Kuta Alam yang merupakan lokasi pencurian motor yang dilakukan,” sebut Iptu Miftahuda, Rabu (31/7).

Kapolsek melanjutkan, penangkapan ini dilakukan atas laporan yang dibuat korban ke Mapolsek Kuta Alam setelah kehilangan motor bulan lalu.

“Korban bernama T Masudi (32), warga Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, yang bersangkutan kehilangan motor di depan sebuah gudang tempatnya bekerja yang ada di wilayah Gampong Mulia pada 10 Juni lalu,” ujarnya.

Kronnologi kejadian, kata Iptu Miftahuda, saat Masudi tiba dan masuk ke dalam gudang, ia mendengar suara motornya jenis Suzuki Satria FU yang menyala, sehingga saat korban bergegas keluar untuk melihat motornya. Ternyata sepeda motor telah hilang digondol maling. Korban langsung dilaporkan korban ke Mapolsek Kuta Alam dan ditindaklanjuti.

“Pelaku beraksi menggunakan kunci T yang dibuatnya sendiri memang khusus untuk mencuri motor, pelaku memang sudah berniat mencuri motor saat ada kesempatan,” kata Kapolsek.

Saat ditangkap petugas, pelaku sempat mengelak dengan menyampaikan bahwa motor yang digunakan dibelinya dari orang lain. Namun setelah di interogasi lebih lanjut, pelaku mengaku telah melakukan pencurian motor tersebut.

“Motor ini memang hendak dijual seharga Rp 4 juta, tetapi duluan  kita tangkap. Tersangka dan arang bukti motor dan kunci T yang digunakan saat ini masih diamankan, ia dijerat Pasal 363 ayat (1) ke-5 dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 9 tahun,” pungkas Kapolsek. (*)

Pos terkait