Marak Buku Nikah Palsu, Kini Pengantin Aceh Besar Dapat Kartu Nikah

  • Whatsapp
kartu nikah di lampeuneurut
Tampak Kartu Nikah. Foto: Ist

ACEH BESAR – Sepasang pengantin yang menikah hari ini, Sabtu (22/6) di Masjid Al Faizin Lampeuneurut Kecamatan Darul Imarah, mendapat Kartu Nikah perdana yang diluncurkan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Besar.

Pasangan pengantin yang beruntung mendapat Kartu Nikah perdana tersebut, Linto Baro atas nama Hendri Mulia, warga gampong Aneuk Glee Indrapuri dan Dara Baro bernama Bunga Zulfina Mustari warga Lam Peuneurut Darul Imarah.

Bacaan Lainnya

Turut hadir pada saat peluncuran Kartu Nikah tersebut para pejabat dijajaran Kankemenag Aceh Besar, para kepala KUA dan tokoh tokoh masyarakat.

Kepala Kankemenag Aceh Besar, H Abrar Zym SAg menyebut bahwa Kartu Nikah merupakan bentuk inovasi kementerian agama guna mempermudah pelayanan yang lebih efektif dan efisien kepada masyarakat.

“Data dalam kartu nikah dapat diakses pada aplikasi sistem informasi manajemen nikah berbasis website (Simkah Web),” ujarnya.

Kepala Kankemenag Aceh Besar, H Abrar Zym SAg, saat memberikan secara simbolis Kartu Nikah kepada salah seorang pasangan pengantin di Masjid Al Faizin Lampeuneurut, Sabtu (22/6). Foto: Humas Pemkab Aceh Besar

Ia menjelaskan aplikasi website akan memuat data informasi pernikahan yang bersangkutan, seperti nama, nomor akta, nomor perforasi buku nikah, tempat dan tanggal nikah.

“Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah pengelolaan administrasi nikah – rujuk pada KUA dengan validitas data yang terintegrasi dengan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil),” ungkap Abrar Zym.

Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kankemenag Aceh Besar, H Khalid Wardana SAg MSi menambahkan bahwa buku nikah dan kartu yang akan diberikan kepada pasangan nikah dengan kode QR yang dapat dibaca dengan menggunakan barcode/ QR scanner yang tersambung dengan aplikasi SIMKAH.

“Hal itu dilakukan untuk mengatasi maraknya pemalsuan buku nikah,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa secara nasional launching kartu nikah telah dilakukan oleh Menteri Agama RI pada tanggal 8 Nopember 2018, namun untuk Aceh Besar baru dapat diluncurkan sekarang.

“Untuk lingkup Aceh Besar akan di lakukan secara bertahap dan di targetkan pada tahun 2020 semua KUA kecamatan sudah menggunakan kartu nikah,” demikian Khalid Wardana. (*)

Pos terkait