Melihat Konflik Harimau dan Petani Aceh

  • Whatsapp
kawanan harimau aceh utara
BKSDA meninjau lokasi kejadian di Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Jumat (29/11). Foto : Ist

ACEH UTARA – Sukidi (60), warga Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, terpaksa mengungsi setelah kawanan harimau masuk ke kawasan perkebunan. Kakek tua dengan istrinya terpaksa mengungsi kerumah keluarga yang jauh dari perkebunan.

Dia mengaku sempat melihat harimau yang masuk ke pekarangan rumahnya. “Malam itu kejadiannya saya terbangun, karena mendengar suara harimau yang menjerit. Begitu kebelakang rumah, saya harimau menerkam sapi saya,” katanya, Sabtu (30/11).

Bacaan Lainnya

Dia tak bisa berbuat apa-apa. Pasalnya, harimau itu terlihat di depan matanya menerkam sapi miliknya. Dia pun ketakutan dan mengunci pintu rumah berkontruksi papan. “Saya lihat langsung harimau itu makan sapi saya. Saya ketakutan luar biasa. Saya berdoa agar harimau itu tidak melihat saya,” katanya.

Setelah kejadian, pada pagi hari barulah Sukidi melaporkan kasus itu ke kepala desa seterusnya ke Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.

Dia menyebutkan, sepanjang sebulan terakhir, lima sapi telah tewas digigit harimau. Sapi itu milik Paimin dan Sukidi. Bulan lalu, tiga ekor sapi milik Mahmud juga dimangsa harimau.

“Saya harap ini bisa segera diatasi BKSDA. Agar saya bisa kembali ke rumah, karena rumah saya memang berada di kebun sawit,” katanya.

Bagi Sukidi, rumahnya satu-satunya asset miliknya. Dia juga rikuh mengungsi dalam waktu lama di rumah keluarganya. Rumah Sukidi berada nun jauh di pedalaman. Sungguh butuh waktu ektra menuju ke lokasi. Letaknya di ujung Kecamatan Langkahan. Daerah paling terisolir di Aceh Utara.

Ketakutannya pun belum pulih. Masih jelas diingatannya bagaimana harimau sumatera itu mencabik-cabik sapi miliknya. Sapi yang diharapkan bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, Sukidi merasa trauma akan ke kebun. Dia tak berani sendirian. Selalu meminta ditemani warga lainnya. Menurutnya, konflik harimau dengan manusia baru tahun ini terjadi. Sebelumnya, gajah kerap mendatangi kawasan perkebunan.

Namun, untuk harimau lebih menakutkan. Pasalnya, harimau memangsa sapi dan hewan ternak. “Takut juga kalau kita yang dimangsa,” katanya.

Kepala BKSDA Lhokseumawe dan Aceh Utara, Kamarudzaman, menyatakan segera mendatangkan pawang untuk mengusir harimau tersebut. Dia sudah menurunkan tim ke lokasi kejadian. Menurutnya, lokasi itu terpaut lima kilometer dengan hutan lindung. Letaknya bersisian dengan hutan.

Saat ini, pawang didatangkan dari Meulaboh, Aceh Barat. Pawang itu diharapkan bisa membantu BKSDA dan masyarakat mengusir harimau ke kawasan hutan. Sehingga warga lepas dari ketakutan.

“Mungkin Senin sudah tiba di lokasi,” pungkasnya.

Harimau sumatera merupakan hewan yang dilindungi. Pemerintah Indonesia menyatakan harimau ini satwa yang mulai langka. Perburuan terhadap harimau sumatera dengan jaring menyebabkan populasi satwa itu semakin sedikit di Indonesia. “Semoga bisa segera diatasi. Pawang segera kita turunkan,” pungkasnya. (*)

Pos terkait