Menelusuri Rumah Tjong A Fie Situs Sejarah Tiongkok di Kota Medan

  • Whatsapp
rumah tjong a fie
Situs Wisata Sejarah Tiongkok Rumah Tjong A Fie di Kota Medan. Foto : Dhanil - Kanalinspirasi.com

MEDAN – Bagi anda yang gemar dengan Travelling atau Berwisata dan saat ini lagi berada di Kota Medan tidak ada salahnya anda mengunjungi salah satu situs Budaya yang terletak ditengah Ibu Kota Sumatera Utara (Medan). Rumah Tjong A Fie, rumah ini salah satu situs budaya dimana disini terdapat bangunan arsitektur Tiongkok, Kali ini tim Kanalinspirasi.com berkesempatan berbagi informasi mengenai apa saja yang terdapat didalam Rumah Tjong A Fie dan juga asal mula Tjong A Fie bisa berada di Kota Medan.

Salah satu sudut Rumah Tjong A Fie. Foto : Dhanil – Kanalinspirasi.com

Sejarah Tjong A Fie

Tjong A Fie adalah seorang perantau dari Provinsi Guangdong China Beliau sendiri orang Tiongkok Pertama Terkaya di Kota Medan, Tjong A Fie sendiri bukan hanya dikenal dengan kekayaannya saja melainkan beliau dikenal dengan dermawannya. Tjong A Fie sendiri memulai karirnya di Kota Medan melalui perkebunan dengan membuka lahan kelapa sawit serta perkebunan lainnya. Dari sinilah Tjong A Fie banyak membangun infrastruktur kota medan.

Barang Peninggalan Keluarga Tjong A Fie. Foto : Dhanil – Kanalinspirasi.com

Salah satu infrastruktur yang turut dibangunnya adalah, Bank Kesawan dimana di Rumah ini sendiri terdapat foto mata uang pada masa itu dan juga Silsilah keluarga juga terpapar. Pelajaran sejarah tentang kota Medan pun dimulai.

Menelusuri Setiap Ruang Rumah Tjong A Fie

Bangunan berlantai ini terletak di Jalan Ahmad Yani no 105. Pengunjung bisa berwisata disini mulai pukul 09.00-17.00 WIB dengan tiket masuk seberasar Rp 35 Ribu, disini banyak sekali sejarah yang dapat kita petik dari kisah-kisah seorang saudagar kaya yang dermawan itu, Mulai dari sejarah silsilah keluarga Tjong A Fie dan juga Arsitektur China Kuno. Tim Kanalinspirasi.com sendiri berkesempatan untuk menelusuri setiap sudut ruang yang ada di Rumah ini, mulai dari Ruang Depan, Ruang Atas dimana dulunya sering digunakan Tjong A Fie untuk berdansa ketika ada acara khusus dan Acara Keluarganya.

Barang Peninggalan Keluarga Tjong A Fie. Foto : Dhanil – Kanalinspirasi.com

Semua ruang tertata rapi dan terawat. Tidak semuanya khas Cina, beberapa bagian dimunculkan dengan gaya arsitektur Melayu atau Eropa. Ada empat ruang tamu di lantai dua ini, yakni ruang khusus untuk menerima Sultan Deli, ada juga ruang untuk tamu Belanda, Tionghoa, dan satu khusus untuk tamu umum.

Sebetulnya di Cina, Tjong A Fie sudah menikah. Kemudian ketika di Sumatera, ia menikah dengan perempuan dari Penang, Malaysia dan mendapatkan tiga anak, namun istrinya tidak berumur panjang.

Barang Peninggalan Keluarga Tjong A Fie. Foto : Dhanil – Kanalinspirasi.com

Terakhir, Tjong A Fie menikah dengan perempuan asal Binjai, Sumatera Utara dan mendapat lima anak.

Tjong A Fie datang ke pelabuhan Deli kala berusia 18 tahun dengan bekal yang sangat minim. Ia merantau ke Hindia Belanda mengikuti kakaknya yang lebih dulu pindah ke Sumatera.

Ketika tiba di pelabuhan, ia bekerja serabutan. Mulai pelayan toko kelontongan kemudian bekerja di perkebunan. Kerja keras, pergaulan yang luas dan kebaikannya membuat ia menonjol.

Para Wisatawan sedang melihat setiap sudut ruang di Rumah Tjong A Fie. Foto : Dhanil – Kanalinspirasi.com

Akhirnya, suatu saat ia berhasil memiliki perkebunan luas. Tjong A Fie adalah orang Tionghoa pertama yang memiliki lahan smeacam itu. Lalu dia mengembangkan usaha perkebunannya hingga ke Sumatera Barat.

Ia menjadi tokoh multikultural yang bisa merangkal semua kalangan. Dikenal dekat dengan kalangan Melayu, Arab, India dan Belanda, selain orang Tionghoa. Tjong A Fie juga dikenal dermawan.

Ia tidak hanya menjalin hubungan baik dengan Belanda tapi juga akrab dengan Sultan Deli. Tjong A Fie pun ikut menyumbang sepertiga biaya pembangunan Masjid Raya Medan, dan juga sebuah masjid di Gang Bengkok.

Kamar Tidur Tjong A Fie. Foto : Dhanil – Kanalinspirasi.com

Selain itu dia juga mendirikan kelenteng, jembatan, dan lain-lain. Medan tumbuh seiring dengan kiprah Tjong A Fie. Pada 1913, ia pun mendirikan Bank Kesawan.

Ia juga menyantuni anak-anak dari kalangan papa, tanpa pilih bulu. Yang menarik dalam wasiatnya, Tjong A Fie meminta keturunannya untuk menjalankan prinsipnya tersebut dan terus berbuat baik, di antaranya dengan tetap menyantuni anak tidak mampu.

Awal Mula Rumah Tjong A Fie Dibuka Untuk Umum

Rumah Tjong A Fie sendiri mulai dibuka untuk umum tepatnya pada Tahun 2009 oleh cucunya yang kini telah meninggal pada Tahun 2004, ujar salah satu pemandu disini kepada Tim Kanalinspirasi.com. Rumah ini sendiri dibuka untuk memperkanalkan sejarah kepada setiap pengunjung yang berwisata di Rumah ini. Rumah Tjong A Fie ini sendiri kini sudah menjadi Ikon bersejarah di Kota Medan.

Kamar Tidur Tjong A Fie. Foto : Dhanil – Kanalinspirasi.com

Disisi belakang terdapat satu bangunan yang menjadi rumah bagi keluarga Tjong A Fie yang kini mengelola Situs Budaya ini.

Perhatian Dari Pemerintah

Tim Kanalinspirasi.com juga sempat bertanya kepada Pemandu tentang bantuan dana dari Pemerintah Kota Medan untuk kelestarian Situs Budaya Rumah Tjong A Fie ini.

Salah Satu sudut rumah Tjong A Fie. Foto : Dhanil – Kanalinspirasi.com

Salah seorang Pemandu Kepada Kami mengatakan Situs ini dikelola sendiri oleh Keluarganya Tjong A Fie namun ada juga sebagian pemerintah memberikan dana untuk pengololaannya,” tutur pemandu kepada kami.

Pos terkait