Mengenal Sosok Dian Al Mahri, Sang Pendiri Masjid Kubah Emas di Depok

  • Whatsapp

JAKARTA – Pendiri Masjid Dian Al Mahri atau dikenal Masjid Kubah Emas, Hj Dian Djuriah Rais binti H Muhammad Rais atau yang biasa disapa Hj Dian Al Mahri meninggal dunia.

Dian Al Mahri meninggal pada Jumat (29/03/19) pukul 02.15 WIB, di Rumah Sakit (RS) Pondok Indah, Jakarta Selatan. Wanita kelahiran tahun 1949 ini merupakan pengusaha asal Banten.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Dian Almahri bakal dimakamkan di Masjid Kubah Emas miliknya setelah salat Jumat siang ini.

Istri dari H Maimun Al Rasyid merupakan seorang muslimah Robbani yang senang memberi. Sedekah benar-benar memberikan keberkahan bagi hidupnya. Saat orang mengeluarkan sedekah hanya 2,5 persen, dia mengeluarkan sedekah sampai setengah dari setiap keuntungannya. Berkat murah hatinya itu, hari ke hari kekayaannya semakin bertambah. Perusahaan dia semakin berkembang dan berkembang.

Dian Al Mahri adalah pengusaha dan mempunyai usaha kilang minyak di beberapa negara timur tengah. Salah satunya di Berunai Darusalam.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari wikipedia, Masjid Kubah Emas mulai didirikan pada tahun 2001 dan diresmikan pada 31 Desember 2006 ini terletak di tepi Jalan Meruyung, Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat. Masjid ini diresmikan bertepatan dengan Idul Adha yang kedua kalinya pada tahun itu.

pendiri masjid kubas emas di depok meninggal dunia
Hj Dian Djuriah Rais binti H Muhammad Rais Pendiri Masjid Kubah Emas di Depok. Foto: Doc Pri

Masjid ini berdiri di lahan seluas 50 hektar. Bangunan masjid ini juga menempati luas area sebesar 60x 120 meter atau sekitar 8.000 meter persegi. Masjid ini juga dapat menampung sekitar kurang lebih 20.000 jamaah.

Kini, masjid yang memiliki lima kubah dan satu kubah utama tidak hanya dijadikan tempat untuk beribadah. Tetapi juga dijadikan tempat untuk wisata religi. Kawasan masjid ini sering disebut sebagai kawasan masjid termegah di Asia Tenggara.

Keunikan dari masjid ini adalah seluruh kubah dilapisi emas setebal 2 sampai 3 milimeter dan mozaik kristal. Bentuk kubah utama menyerupai kubah Taj Mahal. Kubah tersebut memiliki diameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter.

Sementara empat kubah kecil memiliki diameter bawah 6 meter, tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter. Selain itu di dalam masjid ini terdapat lampu gantung yang didatangkan langsung dari Italia seberat 8 ton.

Selain itu, relief hiasan di atas tempat imam juga terbuat dari emas 18 karat. Begitu juga pagar di lantai dua dan hiasan kaligrafi di langit-langit masjid. Sedangkan mahkota pilar masjid yang berjumlah 168 buah berlapis bahan prado atau sisa emas.

Secara umum, arsitektur masjid mengikuti tipologi arsitektur masjid di Timur Tengah dengan ciri kubah, minaret (menara), halaman dalam (plaza), dan penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk, untuk memperkuat ciri keislaman para arsitekturnya. Ciri lainnya adalah gerbang masuk berupa portal dan hiasan geometris serta obelisk sebagai ornamen.

Halaman dalam berukuran 45 x 57 meter dan mampu menampung 8.000 jemaah. Enam menara (minaret) berbentuk segi enam atau heksagonal, yang melambangkan rukun iman, menjulang setinggi 40 meter.

Ruang masjid didominasi warna monokrom dengan unsur utama warna krem, untuk memberi karakter ruang yang tenang dan hangat. Materialnya terbuat dari bahan marmer yang diimpor dari Turki dan Italia. Di tengah ruang, tergantung lampu yang terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton, yang pengerjaannya digarap ahli dari Italia.


Sumber: Sindonews.com

Pos terkait